Kabar Tulungagung

Membunuh Bayi Yang Dilahirkan ABG, Perkaranya Sulit Diselesaikan Lewat Diversi

Namun melihat kasusnya yang sangat berat, kemungkinan perkaranya tidak bisa diselesaikan lewat diversi.

Membunuh Bayi Yang Dilahirkan ABG, Perkaranya Sulit Diselesaikan Lewat Diversi
Ist
Anggota Unit Inafis Polres Tulungagung melakukan olah TKP di toilet Puskesmas Kauman 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Anak Baru Gede (ABG) Kiki (16) nama samaran, pelajar yang diduga melahirkan dan membunuh bayinya masih menjalani proses hukum. Karena masih di bawah umur, proses hukum seharusnya dialihkan ke proses nonformal melalui diversi. Namun melihat kasusnya yang sangat berat, kemungkinan perkaranya tidak bisa diselesaikan lewat diversi.

Menurut Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Tulungagung, Winny Isnaeni, diversi pada prinsipnya tidak bisa dilakukan untuk perkara dengan ancaman tujuh tahun pejara.

“Ini kan kasus pembunuhan, sepertinya sulit untuk didiversi. Termasuk misalnya kekerasan seksual juga,” terang Winny.

Lanjut Winny, nantinya Pembimbing Kemasyarakatan Badan Pemasyarakatan (PK Bapas) dan pekerja sosial (Peksos) akan melakukan kajian bersama.

Dari kajian itu akan diketahui unsur-unsur lain yang membuat Kiki melakukuan perbuatannya. Seperti kondisi depresi atau ancaman dan kekerasan seksual. Bisa jadi Kiki nantinya masuk pengadilan karena perkaranya dilanjutkan.

Namun sejauh mungkin akan dihindari penahanan fisik. Penahanan adalah pilihan terakhir yang diambil penegak hukum.

“Bahkan bisa saja pengadilan nanti memutus perkaranya. Namun pengadilan juga tidak melakukan penahanan,” lanjut Winny.

Pengadilan bisa memutus mengembalikan ke orang tua, atau ditempatkan di Lembaga Pendidikan Khusus Anak (LPKA). Selama proses hukum itu, hak Kiki sebagai anak harus tetap diberikan, seperti hak untuk mendapatkan pendidikan.

“Jadi saat ini jangan sampai dia dikeluarkan dari sekolahnya. Sebagai anak dia tetap berhak mendapatkan pendidikan,” tandas Winny

Sebelumnya Kiki datang ke Puskesmas Kauman Kamis (10/1/2019) sekitar pukul 18.45 WIB dengan keluhan nyeri perut tembus ke punggung.

Sekitar pukul 20.30 WIB Kiki pamit ke toilet untuk buang air besar. Namun Kiki diduga melahirkan bayi, dan berusaha dibuang ke dalam closet. Kaki bayi sudah masuk ke dalam closet, namun bagian tubuh atas masih di luar closet. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved