Kabar Blitar

Respon Laporan Polisi Lambat, Keluarga Korban Pencabulan Oknum Perangkat Desa Di Blitar Lapor LBH

Sudah hampir tiga bulan penanganan laporan kasus itu di polisi belum ada kejelasan. Keluarga Korban akhirnya minta bantuan LBH

Respon Laporan Polisi Lambat, Keluarga Korban Pencabulan Oknum Perangkat Desa Di Blitar Lapor LBH
suryamalang.com/Samsul Hadi
Staf Advokasi LBH Malang, Satria Marwan, yang mendampingi korban kasus dugaan pencabulan oleh oknum perangkat desa di Blitar memberikan keterangan ke wartawan, Senin (14/1/2019). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Keluarga korban kasus pencabulan yang diduga dilakukan oleh oknum perangkat Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, menganggap penyidik Satreskrim Polres Blitar Kota lamban menangani laporan kasus pencabulan itu. Sudah hampir tiga bulan penanganan laporan kasus itu di polisi belum ada kejelasan.

"Polisi lamban menangani laporan kasus pencabulan terhadap anak saya, sampai sekarang belum ada kejelasan. Padahal laporannya sudah tiga bulan lalu," kata AGS, ayah korban, Senin (14/1/2019).

AGS mengaku sudah meminta bantuan ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Malang untuk mengawal penangan laporan kasus pencabulan itu. Dia mendesak polisi agar cepat memproses oknum perangkat desa yang telah mencabuli anaknya.

"Kami minta polisi segera menyelesaikan kasus itu. Pelakunya segera ditangkap," ujarnya.

Staf Advokasi LBH Malang, Satria Marwan mengatakan, pihaknya akan terus mengawal penanganan laporan kasus itu di Polres Blitar Kota. Kalau tetap belum ada kejelasan dari polisi, LBH Malang akan mengadukan masalah itu ke Propam dan Polda Jatim.

"Kami juga ingin melakukan audensi dengan Kapolres Blitar Kota untuk menanyakan perkembangan kasus itu," katanya.

Berdasarakan laporan korban ke polisi menyebutkan, kasus pencabulan yang dilakukan oleh oknum perangkat Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar terjadi sejak Juni 2018. Saat ini, korban masih kelas tiga SMP. Korban mengaku telah dicabuli terlapor sebanyak lima kali.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono mengakui, polisi sudah menerima laporan dugaan kasus pencabulan dari korban. Polisi sudah menindaklanjuti laporan kasus dugaan pencabulan itu. Dia menolak kalau polisi dianggap diam saja dengan laporan dugaan kasus itu.

"Sampai saat ini masih proses penyelidikan. Kami sudah memeriksa 10 saksi terkait laporan itu, termasuk korban dan terlapor. Kami harus berhati-hati menangani laporan itu. Tapi bukan berarti kami membiarkan laporan itu, kami sudah menanganinya," kata AKP Heri Sugiono.

AKP Heri menjelaskan, penanganan laporan dugaan kasus pencabulan itu memang beda. Sebab, dalam kasus itu tidak ada saksi. Polisi harus mencari bukti petunjuk dalam menangani kasus itu. Polisi tidak bisa serta merta menetapkan tersangka dalam laporan dugaan kasus pencabulan itu.

"Termasuk kami juga harus memeriksakan korban ke psikiater. Kami ingin tahu kondisi psikis korban. Sebab, keterangan korban berubah-ubah saat diperiksa sebagai saksi," ujar AKP Heri Sugiono.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved