Kabar Jombang

Berkat YouTube, Perajin Jombang ini Ubah Limbah Mebel jadi Miniatur Kapal Layar Artistik

Sigit Waluyo (36), warga Desa Pulosari Kecamatan Bareng, Jombang, menyulap kayu-kayu bekas menjadi miniatur kapal layar artistik.

Berkat YouTube, Perajin Jombang ini Ubah Limbah Mebel jadi Miniatur Kapal Layar Artistik
sutono
Sigit Waluyo (36), warga Desa Pulosari Kecamatan Bareng, Jombang, menyulap kayu-kayu bekas menjadi miniatur kapal layar artistik. 

SURYAMALANG.COM, JOMBANG - Berkat melihat tutorial di YouTube, Sigit Waluyo (36), warga Desa Pulosari Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, berhasil menyulap kayu-kayu bekas menjadi miniatur kapal layar artistik dan bernilai jual tinggi.  

Bagi kebanyakan orang, kayu limbah dari perusahaan mebel berupa potongan-potongan berbagai ukuran dan tak beraturan, tak banyak manfaatnya. Bahkan kerap dibuang di tempat sampah.

Dijumpai di bengkel kerjanya yang sederhana, Sigit terlihat sibuk menyelesaikan sentuhan akhir pada karya miniatur kapal pinisi yang sudah mendekati sempurna alias 100 persen.

Miniatur pinisi buatan Sigit juga nampak detail, mulai dari layar lengkap dengan talinya, bagian kemudi, tangga, hingga dek kapal nampak seperti aslinya. Orang jarang menyangka miniatur atau replika kapal ini terbuat bahan kayu limbah mebel.

"Kecualia kain dan talinya, hampir semua bahan dari kayu limbah yang saya peroleh dari perusahaan mebel. Bahkan tripleknya juga bekas," kata Sigit, Minggu (13/1/2019).

Hanya saja, meskipun hampir semua bahan berupa kayu limbah, tetapi Sigit selektif dalam memilih kayu limbah yang akan digunakannya. Kayu-kayu yang dipilihnya juga diperlakukan khusus.

Sigit akan lebih dulu memilah kayu yang layak dipakai, lalu kayu-kayu yang sudah dipilih itu disemprot dengan zat kimia dan dijemur agar lebih kuat dan tahan rayap.

"Saya biasa pilih kayu jenis sengon dan jenis kamper. Di luar itu tidak saya pakai. Jati terlalu keras. Kalau triplek saya pakai untuk badan kapal," ungkapnya.

Sigit mengaku mulai belajar membuat miniatur kapal sekitar dua tahun silam, yakni pada 2016. Dengan berbekal keterampilan di bidang pertukangan kayu yang dimilikinya, dia belajar secara otodidak dari media sosial dan aplikasi YouTube.

Dalam praktiknya, Sigit mampu membuat tiga jenis miniatur kapal. Yakni jenis kapal perang, kapal pesiar dan kapal pinisi (kapal dengan beberapa layar ala suku Bugis, Sulawesi Selatan).

Halaman
12
Penulis: Sutono
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved