Kenapa Istilah Pelakor Lebih Familiar Daripada Pebinor?

Istilah perebut lelaki orang (pelakor) lebih familiar dibandingkan perebut istri orang (pebinor).

Kenapa Istilah Pelakor Lebih Familiar Daripada Pebinor?
Istimewa/Warta Kota
Ilustrasi. 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Christine Ayu Nurchayanti

SURYAMALANG.COM, SURABAYA -  Istilah perebut lelaki orang (pelakor) lebih familiar dibandingkan perebut istri orang (pebinor).

Mengapa demikian?

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Airlagga (Unair) Surabaya, Prof Dr Bagong Suyanto Drs Msi mengatakan hal itu merupakan imbas dari ideologi patriarki yang mendominasi dalam masyarakat.

“Menempatkan perempuan sebagai pihak yang disalah-salahkan,” ungkap Bagong kepada TribunJatim.com, Senin (14/1/2019).

Kalau suami ketahuan selingkuh, misalnya, orang yang disalahkan adalah perempuan yang merebutnya, bukan suami.

Contoh lain adalah kejadian seorang istri yang melempar uang kepada perempuan yang diduga selingkuhan suaminya.

“Kenapa tidak suaminya? Bisa saja suaminya yang menggodanya. Mengapa harus perempuan?” tutur Bagong Suyanto.

“Itu imbas ideologi patriarki. Perempuan selalu disalahkan.”

“Padahal bisa saja laki-laki yang jadi sumber masalah,” lanjutnya.

Halaman
12
Editor: Zainuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved