Kabar Pati

Massa Bunuh Maling Dua Ekor Ayam di Pati, Keluarga Menuntut Keadilan

Rofi'i, bapak tiga anak itu, tewas dikeroyok massa setelah diduga mencuri dua ekor ayam pada Sabtu (12/1/2019) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.

Massa Bunuh Maling Dua Ekor Ayam di Pati, Keluarga Menuntut Keadilan
KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTO
Polisi menunjukkan lokasi tewasnya Ikhwanul Rofii (42) saat dihakimi massa di tanggul Sungai Tempur atau Kali Pekeng, Desa Dumpil Kecamatan Dukuhseti, Pati, Jateng, Senin (14/1/2019)‎ 

SURYAMALANG.COM, PATI - Pengadilan jalanan menewaskan Ikhwanul Rofi'i, warga Desa Ngagel Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. 

Rofi'i, bapak tiga anak itu, tewas dikeroyok massa setelah diduga mencuri dua ekor ayam pada Sabtu (12/1/2019) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. 

Pria berusia 42 tahun itu tewas mengenaskan di tanggul Sungai Tempur atau Kali Pekeng Turut, Desa Dumpil, Kecamatan Dukuhseti.

Saat ini keluarga Rofi'i tengah berupaya untuk menuntut keadilan atas tindakan main hakim sendiri yang berujung pada maut itu.

Mereka berharap agar para pengeroyok diproses secara hukum dan diadili sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan.

 Kasus tersebut sudah dilaporkan oleh keluarga Rofi'i ke Polsek Dukuhseti. Kepada kepolisian mereka mendesak agas kasus tewasnya Ikhwanul itu bisa diusut secara tuntas.

Ngasri, adik sepupu Rofi’i, mengaku sangat menyayangkan tindakan amuk massa yang sampai merenggut nyawa kakaknya tersebut. Ngasri sendiri menyebut, tudingan mencuri ayam yang dialamatkan kepada Rofi'i belum jelas duduk perkaranya.

"Seharusnya diserahkan dulu ke polisi biar jelas. Seandainya massa waktu itu sadar hukum tentunya kakak saya masih hidup. Yang kami ketahui, Mas Rofi'i tidak pernah terlibat dalam kasus pencurian dan saya belum pernah mendengarnya. Kami sangat menyayangkannya. Kemarin, kami sudah melaporkan hal ini kepada polisi dan berharap polisi segera menangkap hingga mengadili para pelaku pengeroyokan itu," terang Ngasri, Senin (14/1/2019).

Ngasri tak bisa membayangkan bagaimana dengan nasib tiga orang anak Rofi'i setelah ditinggal pergi oleh bapaknya. Selama ini, dalam kesehariannya Rifai adalah pekerja serabutan dan buruh petani yang menggarap lahan di sawah.

"Kasihan anak-anak Mas Rofi'i harus menanggung beban yang berat," katanya.

Halaman
12
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved