Kabar Kediri

Situs Persada Sukarno Di Kediri Siapkan Paket Wisata Edukasi

Tour di situs Persada Sukarno di antaranya, belajar gamelan, belajar membatik, belajar tari, belajar mocopat dan melihat film keindahan tanah air.

Situs Persada Sukarno Di Kediri Siapkan Paket Wisata Edukasi
suryamalang.com/Didik Mashudi
Papan nama Situs Ndalem Pojok tempat masa kecil Bung Karno di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Kamis (17/1/2019). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Situs Persada Sukarno di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri menyiapkan paket wisata edukasi kebangsaan dan budaya. Paket wisata ini diharapkan mampu menunjang biaya perawatan dan pelestarian situs.

Kushartono, salah satu ahli waris pengelola Situs Bung Karno menjelaskan, tour di kawasan situs Persada Sukarno di antaranya, belajar gamelan, belajar membatik, belajar tari, belajar mocopat dan melihat film keindahan tanah air Indonesia.

"Paket tour kebangsaan dan belajar seni budaya ini kita buka setiap hari pukul 08.00 sampai 16.00. Khusus hari Jumat tutup," jelas Kushartono, Kamis (17/1/2019).

Saat ini Situs Persada Sukarno telah dipasang papan tulisan Cagar Budaya. Pemasangan papan tulisan dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Kediri.

Situs Persada Sukarno ditetapkan sebagai bangunan Cagar Budaya daerah melalui SK Bupati Kediri nomor
188.45/360.418.08/2018 dan register nomer 89/WTS/KDR/2017.

Penetapan dilakukan terhitung Oktober 2018 serta diberitahukan kepada pihak keluarga pengelola situs pada Jumat 14 Desember 2018. Dengan ditetapkannya sebagai bangunan Cagar Budaya, bangunan situs dilindungi Undang-undang No 11/2010 tentang Cagar Budaya.

Kushartono belum mengetahui, apakah setelah ditetapkan sebagai situs cagar budaya daerah bakal mendapatkan insentif biaya untuk pemeliharaan dan perawatan situs.
Selama ini untuk biaya perawatan dan operasional situs masih memakai biaya uang pribadi dan bantuan sukarela.

Diharapkan dengan berstatus situs Cagar Budaya mendapat bantuan biaya pemeliharaan dan perawatan bangunan yang memang sudah tua.

Selama ini untuk biaya operasional dan kebersihan saja sudah cukup banyak. "Ada dua orang petugas kebersihan. Satu orang dapat honor Rp 900.000 dan satunya untuk membersihkan kebun honornya Rp 800.000 per bulan," jelasnya.

Jumlah itu belum termasuk biaya untuk pembayaran rekening listrik, perawatan sanggar, gamelan perawatan rumah yang sudah tua. "Jumlahnya juga lumayan banyak," jelasnya.

Kushartono bersyukur dengan ditetapkan sebagai bangunan Cagar Budaya keberadaan Situs Persada Sukarno sebagai tempat pendidikan kebangsaan akan semakin luas manfaatnya.  Semasa anak-anak Bung Karno pernah dititipkan orangtuanya di Ndalem Pojok.

Banyak kenangan Bung Karno di rumah masa kecilnya. Salah satunya misteri peci miring yang selalu dikenakan Bung Karno saat menjadi Presiden RI pertama. Peci miring dikenakan Bung Karno karena untuk menutupi bekas luka di jidatnya akibat terjatuh dari pohon yang ada di Ndalem Pojok.

Setiap 17 Agustus juga menggelar peringatan kemerdekaan bangsa Indonesia dengan menggelar upacara bendera. Termasuk saat memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Kartini. Kegiatan lainnya menggelar sarasehan dan diskusi kebangsaan.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved