Kabar Magetan

Nyawa Istri di Magetan Melayang Gara-gara Menolak Ajakan Suaminya untuk Bercinta

Nyawa Istri di Magetan Melayang Gara-gara Menolak Ajakan Suaminya untuk Bercinta. Lanjar ditangkap Polres Magetan

Nyawa Istri di Magetan Melayang Gara-gara Menolak Ajakan Suaminya untuk Bercinta
doni prasetyo
Lanjar (35) suami yang tega menusuk istrinya dua kali dengan pisau dapur hingga tewas di Magetan. 

SURYAMALANG.COM, MAGETAN - Kurang dari 24 jam, Lanjar bin Sukarto Dimin (35) warga Dusun Blanten, RT10/RW2, Desa Getasanyar, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan yang menusuk istrinya hingga tewas, berhasil ditangkap Polisi.

Lanjar bin Sukarto Dimin ditangkap saat berusaha kabur keluar kota di Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jumat (18/1/2019) dini hari.

Menurut Kapolres Magetan M Riffai, seusai menusuk istrinya dua kali, dipinggang dan di punggung, tersangka mengambil kembali pisau dapur, kemudian diberikan kepada Djais, bapak kandung korban Ida Winarsih (35) istri tersangka, dan minta ditusuk seperti dia menusuk istrinya.

"Tapi Djais diam dan keluar rumah teriak minta tolong kepada tetangga untuk membawa anaknya (Ida Winarsih) ke rumah sakit," kata Kapolres Riffai kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (18/1/2019).

Seusai menusuk, lanjut Kapolres Riffai, tersangka masih terlihat duduk, dengan raut muka pasrah, hingga dilihat warga sampai Kamis (17/1/2019) sekitar pukul 03.00.

Namun menjelang Subuh, warga sudah tidak melihat tersangka di rumah mertuanya Djais.

"Habis kejadian, tersangka dilihat warga masih duduk santai, namun setelah itu tersangka menghilang dari tempat kejadian perkara (TKP). Petugas sudah mengendus tempat persembunyiannya Lanjar," kata M Riffai.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 44 ayat 3 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

"Perbuatan menghilangkan nyawa istri itu, tersangka kami kenakan Undang Undang RI tentang penghapusan KDRT dengan ancaman 15 tahun penjara," ujar AKBP M Riffai.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sebilah pisau stainless steal gagang hitam dalam kondisi pisau pucuk patah. Jaket warna biru motif garis hitam dengan berlumuran darah. Baju motof garis hitam merah juga berlumur darah.

Diduga, motif pelaku membunuh istrinya karena istrinya menolak untuk melakukan hubungan badan atau hubungan intim suami istri atau bercinta.

"Selain barang bukti penbunuhan, Kami juga menyita dari tangan tersangka satu unit sepeda motor jupiter AE 4811 QK. Meski motif pembunuhan sudah diakui, tapi kami tetap mencari untuk mengembangkan," kata Kapolres Magetan M Riffai.

Seperti diberitakan, keluarga Ida Winarsih dan Lanjar yang hidup numpang di rumah Djais, orang tua Ida Winarsi, dinilai warga setempat sangat baik, tidak pernah terdengar ada suara ribut ribut. Bicara keras saja tidak pernah terlihat.

Tiba-tiba terdengar suara jeritan minta tolong dari rumah Djais, dan terlihat korban Ida Winarsih tertelungkup bersimbah darah di teras rumahnya. Melihat kejadian ini warga bergerak cepat dan membawa korban ke RSUD dr Sayidiman.

"Kejadian Rabu (16/1-2019) pukul 23.53, saat dibawa ke RSUD dr Sayidiman korban masih dalam keadaan sadar, dan bertahan hingga Kamis (17/1-2019) sekitar pukul 07.30, korban dinyatakan meninggal dunia," pungkas AKBP M Riffai.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved