Malang Raya

Petani Enggan Tanam Ketan Karena Persepsi Masa Panen Lama

Petani enggan menanam padi ketan karena persepsi masa panen lama daripada beras.

Petani Enggan Tanam Ketan Karena Persepsi Masa Panen Lama
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Dr Ir Sunarwan MP, Dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang (Unisma), Jumat (18/1/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Petani enggan menanam padi ketan karena persepsi masa panen lama daripada beras.

Padahal harga padi ketan cukup mahal yaitu Rp 21.000 per kg.

Bandingkan dengan harga beras dikisaran Rp 11.000-Rp 12.000 per kg di pasar.

“Padahal varietas padi ketan ada yang usia panennya sama dengan padi.”

“Sehingga pemerintah harus lebih menyosialisasikan ke petani mengenai itu,” jelas Dr Ir Sunarwan MP, dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang (Unisma) kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (18/1/2019).

Alumnus S3 Universitas Brawijaya Malang ini menyatakan ada beberapa varietas padi ketan yang bermasa panen seperti padi.

Misalkan lusi unggul, grendel subang dan variestas dari Malang dll.

Dengan makin banyak petani yang menanam padi ketan, maka bisa ketergantungan pada import ketan.

Data SURYAMALANG.COM dari Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian pada 2018 telah mengeluarkan izin import ketan sebanyak 65.000 ton kepada dua perusahaan.

Impor ketannya ke Thailand dan Vietnam. Sebab warga negara itu mengonsumsi ketan.

Halaman
12
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved