Malang Raya

Dinas Koperasi Kota Malang akan Luncurkan Klinik Bisnis Mobile

Klinik bisnis mobile adalah upaya pengembangan dari klinik bisnis yang selama ini hanya bisa diakses di kantor Dinkop dan UKM Kota Malang.

Dinas Koperasi Kota Malang akan Luncurkan Klinik Bisnis Mobile
benni indo
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang Tri Widyani Pengestuti. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang bakal meluncurkan program klinik bisnis mobile. Klinik bisnis mobile adalah upaya pengembangan dari klinik bisnis yang selama ini hanya bisa diakses di kantor Dinkop dan UKM Kota Malang.

Dengn adanya Klinik bisnis mobile, petugas Dinkop akan langsung jemput bola ke daerah untuk melakukan pendampingan terhadap pelaku usaha kecil dan menengah. Program tersebut ditujukan bagi para pelaku usaha pemula yang ingin membuka bisnis.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang Tri Widyani Pangestuti mengatakan, klinik bisnis mobile rencananya akan digulirkan akhir tahun ini atau awal tahun depan.

Saat ini, pihak Dinkop dan UKM Kota Malang masih melakukan pematangan kajian.

Dijelaskan Yani, panggilan akrabnya, selama satu tahun belakangan keberadaan klinik bisnis banyak diminati. Setiap minggu, pelayanan tidak pernah sepi dari pengunjung.

Mereka banyak bertanya terkait regulasi serta kiat mengawali usaha. Hanya saja, klinik tersebut masih berada di kantor sehingga jangkauannya terbatas. Ke depannya, Yani juga berharap nantinya klinik bisnis bisa hadir di setiap daerah di Kota Malang dengan Klinik Bisnis Mobile.

Yani berharap, keberadaan Klinik Bisnis Mobile nanti bisa dimanfaatkan dengan baik oleh warga Kota Malang. Khususnya para generasi muda yang ingin membuka usaha. Menurut Yani, banyak generasi muda di Kota Malang yang membuka usaha.

"Setahun ini sudah jalan program itu, dan setiap minggu rutin dua kali,” terangnya, Sabtu (19/1/2019).

Petugas yang nantinya menjalankan program Klinik Bisnis Moblie akan memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada warga yang memiliki usaha kecil dan menengah. Nantinya diharapkan bisnis yang dijalankan bisa berkembang lebih besar.

"Jadi kami jemput bola bagi usaha mikro yang tempatnya kurang terjangkau dari mentor yang sudah kami berikan pendampingan," paparnya.

Sejauh pengalaman Yani, banyak bisnis yang potensial di Kota Malang. Justru para perempuanlah yang mayoritas menjalankan bisnis. Hanya saja, kendala yang kerap ia temui adalah adanya rasa tidak percaya diri dengan berbisnis.

Selain itu, para pebisnis pemula masih bingung menentukan harga jual. Dengan keberadaan Klinik Bisnis Mobile nanti, diharapkan dapat membantu masyarakat agar bisa lebih percaya diri dan mengetahui teknik menentukan harga jual.

“Kami juga akan menggandeng pengusaha yang berhasil untuk memberikan motivasi dan trik-triknya,” tutup Yani. 

 

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved