Malang Raya

Aksi Cabut Paku di Pohon, Aktivis Lingkungan City Care Kota Malang Kumpulkan Paku 8 Kg

Beberapa paku yang tertancap di batang pohong dicabuti oleh sekelompok anak muda di sepanjang Jalan Jakarta, Taman Kunang-Kunang

Aksi Cabut Paku di Pohon, Aktivis Lingkungan City Care Kota Malang Kumpulkan Paku 8 Kg
SURYAMALANG.COM/Rifky Edgar
Aksi cabut paku yang dilakukan oleh Komunitas City Care dan Himpunan Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota (HMPWK) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Minggu (20/1/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Beberapa paku yang tertancap di batang pohong dicabuti oleh sekelompok anak muda di sepanjang Jalan Jakarta, Taman Kunang-Kunang, pada Minggu (20/1/2019).

Aksi cabut paku di pohon itu dilakukan oleh Komunitas City Care dan Himpunan Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota (HMPWK) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.

Satu per satu paku besi itu dicabut dengan menggunakan alat seadanya, seperti palu, tang, linggis hingga catut.

"Agak susah mencabut paku itu, apalagi ketika mendapati paku yang ukurannya agak besar," kata Fahrozi Abdila, Korlap aksi City Care saat akan mencabut paku.

Mereka bahu membahu ketika sedang mencabut paku. Bahkan dari mereka ada yang sampai naik ke pundak temannya guna mencabut paku yang berada di atas pohon.

"Ya seperti ini kegiatan yang kami lakukan. Dengan peralatan seadanya kami mencabut paku yang tertancap di pohon. Dampaknya jika paku masih tertancap, maka akan memperpendek usia pohon, dan pohon akan tumbang dengan sendirinya," terangnya.

Sasaran utama mereka ialah pohon-pohon yang berjajar di sepanjang Jalan Bandung, Jalan Jakarta, dan Jalan Veteran.

Dalam sekali aksi, Fahrozi mengaku dapat mengumpulkan 8 hingga 10 kilogram paku.

"Nanti selesai aksi akan kami timbang, dan hasilnya nanti akan kami gunakan sebagai data kami. Ini juga merupakan aksi yang pertama di tahun 2019," imbuhnya.

Rencananya, setiap sebulan sekali mereka akan melakukan aksi disetiap sudut kota yang menjadi basis pemasangan reklame yang tidak pada tempatnya.

Kata Fahrozi, hal itu didasari dari Peraturan Daerah (Perda) Wali Kota Malang no 27 tahun 2015 tentang penataan reklame.

"Perda itu sudah benar, hanya saja masyarakat ataupun pihak developer harus diberikan sosialisasi lebih terkait larangan pemasangan reklame di batang pohon. Untuk itu, selain melakukan aksi cabut paku kami juga sering melakukan aksi sosialisasi penataan ruang kepada masyarakat," ucapnya.

Sementara itu, Zakia Tri Ramadhanti, ketua HPMWK mengingatkan masyarakat untuk lebih peduli lagi terhadap lingkungan terutama terkait dengan penataan ruang.

Ia berharap, masyarakat tidak lagi sembarangan memasang beragam spanduk dan papan menggunakan paku di batang pohon yang sebetulnya dapat merusak pertumbuhan pohon.

“Penerapan Perda itu harus di sosialisasikan lagi, agar pohon tidak menjadi tempat untuk pemasangan iklan. Karena tindakan itu sebenarnya mencederai pohon itu sendiri," tandasnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved