Kabar Pasuruan

Anak Korban Pembunuhan Di Pasuruan Sebut Ayahnya Berguru Ke Salah Satu Tersangka

Selama hidup korban sangat dekat dengan tersangka M Dhofir. Bahkan, saking dekatnya, juga kenal dengan istri M Dhofir dan keluarga besarnya.

Anak Korban Pembunuhan Di Pasuruan Sebut Ayahnya Berguru Ke Salah Satu Tersangka
suryamalang.com/Galih Lintartika
Suasana rumah duka korban pembunuhan di Pasuruan. 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN – Kematian Sya'roni (60) warga Dusun Pejaten, Desa Pajaran, Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan menyisahkan duka mendalam bagi keluarga korban. Yang bersangkutan ditemukan tewas mengenaskan di depan rumah Nurul Huda, Desa Jati Gunting, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Minggu (20/1/2018) pagi.

Korban ditemukan tewas bersama Imam Sya'roni (70) warga Desa Selorentek, Kecamatan Kraton dalam kondisi terbakar dan tangan kakinya terikat saling berdempatan. Tak lama, Satreskrim Polres Pasuruan menangkap tiga pelakunya. Mereka adalah M Dhofir (59) dan istrinya Nanik Purwanti (30).warga Dusun Sumber Gentong, Desa Jati Gunting, Kecamatan Wonorejo. Satu tersangka lagi yang juga diamankan adalah Zainudin (30) warga Desa Wonosari, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.

M Ubaidillah, anak kedua korban Sya’roni mengatakan, selama hidup ayahnya ini sangat dekat dengan tersangka M Dhofir. Bahkan, saking dekatnya, ayahnya juga kenal dengan istri M Dhofir keluarga besarnya.

Sebaliknya, kata dia, M Dhofir dan istrinya itu ibarat seperti keluarga sendiri. Bahkan, kalau sambang ke rumahnya, M Dhofir dan istrinya sampai lupa waktu. “Kalau bertamu sampai larut malam. Gak pulang – pulang dari sini, karena memang kami seperti keluarga dan sangat dekat sekali,” katanya.

Ia menyebut, M Dhofir ini adalah guru spiritual mendiang ayahnya dulu. Bahkan, ia menyebut bahwa ayahnya sering berguru kepada M Dhofir. Tidak peduli siang, malam, kondisi sehat atau sakit, ayahnya selalu datang ke M Dhofir.

“Saya juga tidak tahu pastinya hubungan mereka seperti apa, tapi saya menduga otak ayah saya sudah dicuci sehingga sangat manut dan patuh sama dia (M Dhofir). Kami juga heran. Sekali lagi, saya mohon pak polisi untuk menghukum para pelaku pembunuhan ini dengan hukuman yang berat,” jelasnya. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved