Nasional

Poin-poin Kegagalan Edy Rahmayadi Selama Jadi Ketua Umum PSSI, Termasuk Soal Pengaturan Skor

Saat mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi juga mengungkap poin-poin kegagalannya.

Editor: Zainuddin
SUPER BALL/FERI SETIAWAN
Edy Rahmayadi. 

SURYAMALANG.COM – Saat mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi juga mengungkap poin-poin kegagalannya.

Edy Rahmayadi mengumumkan pengunduran dirinya saat Kongres PSSI  di Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort, Bali, Minggu (20/1/2018).

Dilansir BolaSport.com dari Tribun Bali, Edy menyampaikan pengunduran dirinya saat memberikan kata sambutan.

“Saya nyatakan hari ini saya mundur dari ketua. Dengan syarat jangan khianati PSSI ini,” kata Edy saat pidato.

“Jangan karena satu hal lain terus kita bercokol merusak rumah besar ini.”

“Saya mundur bukan karena saya tidak bertanggung jawab, tetapi karena saya bertanggung jawab.”

Edy mengungkapkan alasannya mundur dari Ketua Umum PSSI karena merasa gagal menjalankan tugas.

Gubernur Sumatera Utara itu menjelaskan beberapa poin yang menurutnya telah gagal dijalankan selama dua tahun menjabat.

Ada beberapa poin yang gagal dia jalankan selama dua tahun menjabat.

“Gagal. Dilarang atur skor, terjadi atur skor. Ada perkelahian-perkelahian (suporter).”

“Itu kan berarti kegagalan saya,” kata Edy.

Namun, Edy menegaskan jika hal itu tidak sepenuhnya sebagai sebuah kegagalan.

Edy merasa bahwa kekurangan tersebut terjadi karena dirinya kurang memiliki waktu untuk PSSI.

“Bukan gagal, tetapi mungkin akan lebih baik lagi nanti setelah saya.”

“Waktu saya yang mungkin sangat terbatas,” ujar Edy.

Halaman
12
Sumber: BolaSport.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved