Kabar Jember

PT KAI Daops 9 Jember Waspadai 18 Titik Rawan Banjir Dan Longsor Di Jalur Kereta Api

Terdapat 18 titik jalur KA rawan banjir dan terkena longsor di wilayah kerja Daops 9 Jember, mulai dari Pasuruan hingga Banyuwangi.

PT KAI Daops 9 Jember Waspadai 18 Titik Rawan Banjir Dan Longsor Di Jalur Kereta Api
suryamalang.com/Sri Wahyunik
Stasiun Kereta Api Jember 

SURYAMALANG.COM, JEMBER - PT KAI Daerah Operasional 9 Jember mewaspadai jalur kereta api yang rawan terkena banjir dan tanah longsor. Bahkan, secara berkala enam jam sekali, pusat pengendalian operasional kereta api memantau laporan kondisi cuaca dari Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisikan (BMKG).

Manajer Humas PT KAI Daops 9 Jember, Luqman Arief mengatakan, terdapat 18 titik jalur KA rawan banjir dan terkena longsor di wilayah kerja Daops 9 Jember, mulai dari Pasuruan hingga Banyuwangi.

"Ada dua jenis bencana yang kami waspadai di musim penghujan ini yakni banjir dan tanah longsor. Semuanya ada 18 titik di jalur KA yang harus kami pantau karena rawan terkena dua jenis bencana itu. Sedangkan untuk di jalur Jember saja mulai dari Tanggul sampai Gumitir ada lima - enam titik," kata Luqman kepada Suryamalang.com, Rabu (23/1/2019).

Titik yang rawan banjir antara lain berada di Pasuruan dan Kabat, Banyuwangi. Sedangkan titik yang rawan longsor mulai dari Stasiun Kalisat - Ledokombo sampai Gunung Gumitir di Kabupaten Jember. Karenanya, PT KAI Daops 9 Jember menyiagakan 94 petugas pemantau rel di 18 titik tersebut.

Mereka bergantian memeriksa dan memantau kondisi rel selama 24 jam. "Petugas pemantau rel ini memeriksa dan memantau jalur selama 24 jam. Selain itu, kami juga secara berkala setiap enam jam sekali menerima kondisi laporan cuaca dari BMKG. Cuaca terkini untuk wilayah kerja Daops 9 Jember, sehingga kami bisa mengantisipasi dan memantau kondisi jalur secara intensif," imbuh Luqman.

Terutama jika curah hujan dalam intensitas deras melanda titik-titik yang rawan tersebut. "Seperti contoh jalur antara Stasiun Kalisat - Ledokombo - Gunung Gumitir Kabupaten Jember. Ketika hujan kami harus ekstras mewaspadainya karena jalur berada di antara perbukitan," lanjut Luqman.

Jika petugas pemantau jalur melihat situasi jalur membahayakan perjalanan kereta api, lanjut Luqman, maka petugas bisa memberitahu stasiun terdekat jika jalur tidak bisa dilewati.

"Jika memang jalur membahayakan mungkin karena terkena bencana alam, maka perjalanan kereta api bisa dihentikan sampai situasi aman," pungkas Luqman.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved