Kabar Surabaya

Kini Pelaku UMKM Di Jatim Bisa Dengan Mudah Ekspor Produk Dengan Panduan FTA   

Asal produk mereka sesuai mutu dan standar internasional, pelaku UMKM bisa menembus pasar internasional.

Kini Pelaku UMKM Di Jatim Bisa Dengan Mudah Ekspor Produk Dengan Panduan FTA    
suryamalang.com/Nuraini Faiq
Kepala Disperindag Jatim, Drajat Irawan dan Sekretaris Dirjen Perundingan dan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Moga Simatupang di FTA Center Surabaya, Rabu (23/1/2019). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Para pelaku UMKM di manapun kini akan dengan mudah menjadi pelaku ekspor produk mereka sendiri. Kemudahan itu setelah dibukanya layanan Free Trade Agreement (FTA) untuk Kota Surabaya, Medan, dan Makassar. 

Asal produk mereka sesuai mutu dan standar internasional, pelaku UMKM bisa menembus pasar internasional. Para pelaku ekonomi kerakyatan tersebut akan dipandu di klinik FTA Surabaya Center yang berlokasi di Jl Kedungdoro Surabaya. 

"Ada pelatihan hingga delapan kali gratis. Para UMKM itu akan dipandu dan diarahkan agar produk mereka laik ekspor," kata Sekretaris Dirjen Perundingan dan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Moga Simatupang, Rabu (23/1/2019).

Dikatakanya, dengan beroperasinya FTA tersebut telah menghasiknya produk yang layak eksport. Di FTA center Surabaya UKM-UKM khususnya di Jawa Timur dipandu agar dapat berbisnis dengan orientasi ekspor. 

Yakni dimulai dari informasi mengenai peluang pasar, tata cara ekspor, hingga pemasaran produk skala ekspor. "Kami sudah tiga kali melakukan Coaching Clinic khusus UMKM. Hasilnya ada 9 UMK menembus pasar Internasional," kata Kepala Disperindag Jatim, Drajat Irawan. 

FTA Center Surabaya kini berhasil membawa 9 UKM Jawa Timur untuk pameran ekspor dan bekerjasama dengan LPEI/Eximbank Indonesia (Jakarta) pada event tahunan Kementerian Perdagangan. 

UKM binaan FTA Center Surabaya itu memasarkan produk-produknya kepada buyer-buyer luar negeri maupun memenuhi buyer lokal. 

Ada beberapa UMKM yang berhasil Go Expor. Di antaranya ada 3 UKM Binaan FTA Center Surabaya berhasil mendapatkan buyer dan ekspor ke China yaitu Bapak Mochamad Pujiono dari PT Pareto Estu Guna dengan produk “Keripik Singkong Matoh”.

Kemudian pameran gratis di Bahrain yaitu Tarmudi dari CV Graha Rejeki Indonesia dengan produk “Kopi Giras”. Ada juga produk UMKM ekspor ke Pakistan yaitu Ibu Siti Mumaidah dari CV NDI dengan produk Bungkil Kelapa Sawit, serta banyak lagi UMKM. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved