Kabar Probolinggo

Wali Kota Probolinggo Terpilih Undang Khusus Amirudin Ke Ponpesnya, Pejalan Kaki Medan - Banyuwangi

Warga sangat antusias menyambut kedatangan Pak Amir yang sudah sampai di Kota Probolinggo, Jawa Timur.

Wali Kota Probolinggo Terpilih Undang Khusus Amirudin Ke Ponpesnya, Pejalan Kaki Medan - Banyuwangi
suryamalang.com/Galih Lintartika
Amirudin bersama Habib Hadi Zainal Abidin, Pengasuh Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin yang juga Wali Kota Probolinggo terpilih. 

SURYAMALANG.COM, PROBOLINGGO - Aksi heroik Amiruddin , pria asal Sumatera Utara yang bernadzar untuk jalan kaki menuju Banyuwangi karena sembuh dari sakit mendapatkan perhatian lebih dari Habib Hadi Zainal Abidin, Pengasuh Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin di  Kelurahan Ketapang Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo.

Pria yang juga merupakan Walikota Probolinggo terpilih itu secara khusus mengundang pak amir ke pondoknya. Bahkan , habib mempersilahkan pak Amir untuk istirahat di pondoknya. Rencananya, pagi ini, Pak Amir akan melanjutkan perjalanan panjangnya menuju Banyuwangi.

Kepada wartawan, Habib Hadi mengatakan, pihaknya memang sengaja mengundang pak Amir datang ke tempatnya. Kata dia, ini merupakan bentuk toleransinya kepada sesama muslim.

Apalagi, kata dia, niatan pak Amir yang bernadzar untuk mencium kaki ibunya, sangat mulia."Ini bentuk toleransi sesama muslim, saya terima kasih kepada masyarakat yang telah membantu pak Amir. Sementara pak Amir istirahat dulu di tempat kami," kata dia.

Sementara itu, gelontoran semangat dan support datang dari semua masyarakat Probolinggo. Warga sangat antusias menyambut kedatangan Pak Amir yang sudah sampai di Kota Probolinggo, Jawa Timur.

Sekadar diketahui, Amiruddin sendiri jalan kaki dari rumahnya, sejak 20 November 2018 lalu. Pria berusia 43 tahun tersebut akhirnya memiliki nadzar jalan kaki dari Sumatera Utara ke Banyuwangi, gara-gara kedua kakinya sempat lumpuh selama 7 bulan.

Karena kondisi yang dialaminya itulah, Amiruddin akhirnya bernadzar, jika kakinya bisa sembuh ia akan jalan kaki dari rumahnya ke Banyuwangi tempat tinggal ibunya untuk mencium kakinya.

Amir sendiri di Sumatera tinggal di rumah kakaknya di Desa Mandailing Kecamatan Sei Rampal Kabupaten Serdang Begadai.

Andi, salah satu warga mengaku salut dengan semangat yang dimiliki Pak Amir. Ia mengaku nadzarnya pak amir tidak main - main. Dia rela berjalan ribuan kilometer untuk bertemu ibunya sesuai dengan apa yang diucapkannya.

"Ya salut, dan senang. Ikut bangga dengan Pak Amir. semoga selamat sampai tujuan dan lancar selama perjalanan. Kami ikut mendoakan," pungkasnya. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved