Kabar Pamekasan

Kantor Pos Pamekasan Tarik 448 Tabloid Indonesia Barokah

PT Pos Pamekasan menarik kembali sebanyak 448 eksemplar Tabloid Indonesia Barokah, yang sudah dikirim ke 13 Kantor Cabang Pos (KCP) yang tersebar di

Kantor Pos Pamekasan Tarik 448 Tabloid Indonesia Barokah
Muchsin - SuryaMalang.com
Kepala PT Pos Pamekasan, Wawan Sulistya, memperhatikan stafnya, Suparman, Bagian Operasional Pos Pamekasan, sedan menghitung jumlah tabloid yang ditarik dari 13 KCP se Pamekasan, Jumat (25/1/2019). 

SURYAMALANG.COM, PAMEKASAN – PT Pos Pamekasan menarik kembali sebanyak 448 eksemplar Tabloid Indonesia Barokah, yang sudah dikirim ke 13 Kantor Cabang Pos (KCP) yang tersebar di 13 kecamatan di Pamekasan, Jumat (25/1/2019).

Penarikan terhadap 448 tabloid itu, lantaran PT Pos Pamekasan mendapat informasi dari teman-teman kantor Pos Rayon Jawa Timur yag didatangi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang menyatakan pengiriman tabloid itu bermasalah.

Kepala Kantor PT Pos Pamekasan, Wawan Sulistya, Jumat (25/1/2019) mengatakan, penarikan ini dilakukan karena Bawaslu Pamekasan dan aparat Polres Pamekasan menemui karyawan PT Pos Pamekasan, agar tabloid ini untuk sementara ditahan di kantor pos dulu, sampai menunggu petunjuk lebih lanjut.

“Penarikan 488 eksemplar tabloid ini kami lakukan, perintahnya agar ditahan dulu tidak dikirim ke penerima. Namun untuk langkah pencegahan, maka tabloid yang sebagian belum sempat dikirim dan masih ada di 13 kantor pos kecamatan, kami tarik dan kami simpan di sini,” kata Wawan Sulistya.

Menurut Wawan Sulistya, pengiriman tabloid ini menggunakan porto berbayar dan tidak menggunakan resi pengiriman. Ratusan taboid itu diterima di Kantor Pos Pamekasan, Senin dan Selasa (7-8/1/2019) lalu, terbungkus plastik transparan. Tiap bungkus, berisi antara 32 hingga 37 eksmplar. Tiap eksmplar tabloid dibungkus amplop cokelat. Dan berapa banyak yang ia terima, tidak tahu pasti.

Di tiap amplop itu tertera alamat pengirim yakni  Redaksi Tabloid Indonesia Barokah, Pondok Melati Bekasi. Sedang alamat penerima sejumlah pondok pesantren dan masjid, yang tersebar di seluruh Pamekasan. Dan bagaimana bentuk sampul serta isi tabloid itu, pihaknya tidak mengerti, karena masih terbungkus amplop dan pihaknya tidak berhak untuk membuka.

Diakui, dari seluruh tabloid yang diterima dan kemudian disebar ke 13 KCP, antara jumlah yang sudah terlanjur diantarkan ke alamat masing-masing, masih lebih banyak yang belum dikirim ke alamat penerima. “Kalau tabloid yang sudah kami kirim ke alamat penerima, tidak kami tarik. Itu bukan wewenang kami,” kata Wawan Sulistya.

Komisioner Bawaslu Pamekasan, Sukma Umbara Tirta Firdaus, yang dimintai konfirmasinya mengatakan, atas kesepakatan dan koordinasi dengan pihak Polres Pamekasan, maka tabloid yang belum sempat dikirim ke alamat penerima untuk sementara ditahan, jangan dikirim, sambil menunggu perintah dari Bawaslu RI, yang kini masih koordinasi denga dewan pers.

Penulis: Muchsin
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved