Dua Mobil yang Punya Harga Jual Kembali Paling Tinggi: Kijang Innova dan Mitsubishi Xpander

Tak hanya itu, lanjut dia, mobil yang dijual juga bukan bekas banjir dan spedometer tak lebih dari 50 ribu - 70 ribu km per tahun.

Dua Mobil yang Punya Harga Jual Kembali Paling Tinggi: Kijang Innova dan Mitsubishi Xpander
Arie Noer Rachmawati
Presiden Direktur Harris Mobil, Harris Suwignyo (kanan) usai talkshow bertajuk Keuntungan Membeli Mobil Bekas di Harris Mobil Showroom Surabaya, Jalan Barata Jaya, Surabaya, Minggu (27/1/2019) 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Konsumen mobil bekas masih menunjukkan tren yang meningkat meski banyak mobil baru yang harganya relatif murah. 

Presiden Direktur Harris Mobil, Harris Suwignyo, mengatakan, pasar mobil bekas naik 20 persen sampai 30 persen pada 2018 lalu.

"Kalau dibandingkan dengan mobil baru, tren mobil baik terus naik sedangkan mobil barunya malah stagnan. Ini berdasarkan data dari leasing yang bekerja sama dengan kami," katanya di Harris Mobil Showroom Surabaya, Minggu (27/1/2019).

Harris menjelaskan, satu di antara faktor yang menggairahkan tren pasar mobil bekas ialah adanya dukungan dari para pelaku leasing dengan beragam pilihan.

"Adanya leasing ini sangat berpengaruh signifikan terhadap penjualan mobil bekas. Bahkan, di sini penjualan 80 persen dari sistem kredit," jelasnya.

Mobil bekas yang paling banyak dicari para pembeli, Harris menyebut kendaraan jenis Low MPV (Multi Purpose Vehicle) disusul LCGC.

Sedangkan kendaraan yang memiliki resale value  atau harga jual kembali yang tinggi di showroom mobil bekas tahun lalu ialah Kijang Innova dan Mitsubishi Xpander.

"Kedua mobil itu sangat kuat sekali harganya. Apalagi Kijang Innova ini di showroom mobil bekas paling bagus untuk resale valuenya," terang Harris.

Meski demikian, Harris menambahkan, sebagai pelaku usaha mobil bekas pihaknya sangat selektif dalam memilih mobil bekas yang akan dijual ke konsumen.

"Kami punya standar minimal mobil bekas umurnya enam tahun pemakaian. Kami juga akan memilih mobil yang utuh bukan bekas tabrak dan orang pertama. Namanya pemilik mobil harus sesuai dengan kartu identitas dan STNK," paparnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, mobil yang dijual juga bukan bekas banjir dan spedometer tak lebih dari 50 ribu - 70 ribu km per tahun.

"Nah, untuk mengetahui apakah mobil bekas banjir ini dilihat dari bau interiornya yang busuk dan sasis berkarat. Sisi spedometer juga kalau lebih dari 50-70 ribu/km perawatannya akan banyak yang dibutuhkan," tambahnya.

Adapun hingga kini Harris Mobil memiliki 4 showroom yang tersebar di Surabaya dan Sidoarjo. Pertengahan tahun ini akan menambah lagi di wilayah Gresik. Sedangkan, tiap bulannya, Harris Mobil mentargetkan setidaknya 50 unit mobil bekas terjual.

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved