Kabar Surabaya

Gali Potensi Ekspor Produk Jatim, Kemenlu Dorong Pengusaha Manfaatkan Smart Embassy

Hal ini dilakukan untuk dapat membantu memperluas pasar produk negara Indonesia, khususnya Jatim sekaligus menggali potensi produk berorientasi ekspor

Gali Potensi Ekspor Produk Jatim, Kemenlu Dorong Pengusaha Manfaatkan Smart Embassy
TribunJatim.com/Arie Noer Rachmawati
Ketua Forkas Jatim, Nur Cahyudi (kiri) bersama Sekjen Kemenlu, Mayerfas (kanan) saat melihat produk-produk sepatu dari Jawa Timur usai Dialog 23 Duta Besar dan Konsul RI dengan Forkas Jatim, Senin (28/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Kementerian Luar Negeri mendorong semua asosiasi pengusaha di Jatim untuk memasukkan data perusahaan dan kontak ke dalam Smart Embassy.

Hal ini dilakukan untuk dapat membantu memperluas pasar produk negara Indonesia, khususnya Jatim sekaligus menggali potensi produk yang berorientasi ekspor.

Sekjen Kemenlu, Mayerfas mengatakan, Smart Embassy merupakan sistem yang berisi berbagai data tentang RI termasuk data produk Indonesia, display produk hingga detail perusahaannya.

"Smart Embassy ini sudah tersedia di setiap Kedutaan Besar RI (KBRI) yang tersebar di berbagai negara," katanya di sela-sela Dialog 23 Duta Besar dan Konsul RI dengan Forkas Jatim, Senin (28/1/2019).

Sehingga, lanjut dia, pasar yang ingin melakukan impor produk dari Indonesia dapat mengakses Smart Embassy tersebut di KBRI.

Menurut Mayerfas, selama ini duta besar RI yang telah tersebar di berbagai negara sering merasa kesulitan terutama menghubungi ke siapa apabila ada potensi permintaan produk-produk dalam negeri.

"Melalui Smart Embassy ini ke depannya dapat dimanfaatkan kedutaan untuk mempromosikan produk-produk Indonesia agar perdagangan antara Indonesia dengan berbagai negara bisa meningkat," terangnya.

Mayerfas menambahkan, Kemenlu  rencananya juga akan segera memasukan data perusahaan dan kontak asosiasi pengusaha di Jatim ke dalam Smart Embassy yang baru dioperasikan setahun lalu tersebut.

"Sampai saat ini sudah cukup banyak perusahaan ekspor yang masuk dalam data Smart Embassy. Mayoritas adalah produsen mebel, tekstil, sepatu dan kaos kaki, dan produk unggulan makanan," tambahnya.

Ketua Forkas Jatim, Nur Cahyudi mengatakan, pengusaha Jatim sangat menyambut gembira pertemuan para Duta Besar dan Konjen dengan asosiasi pengusaha tersebut.

"Sebab, para pengusaha Jatim bisa langsung bertukar informasi dan kontak person, termasuk langsung mempromosikan produknya kepada Duta Besar RI dan diharapkan langkah ini dapat meningkatkan kinerja ekspor Jatim," katanya.

Adapun tahun lalu Jatim telah berhasil mengekspor sekitar US$20 miliar atau naik 4,4 persen dibandingkan 2017. Komoditas yang paling banyak diekspor ialah perhiasan dan permata, kemudian mebel.

Editor: Achmad Amru Muiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved