Malang Raya

Perajin Dupa Di Malang Keluhkan Naiknya Harga Bahan Baku Seiring Meningkatnya Pesanan

Kondisi naiknya harga bahan baku sudah dirasakan sejak satu bulan terakhir yang tiap jelang perayaan Imlek harga bambu kerap naik.

Perajin Dupa Di Malang Keluhkan Naiknya Harga Bahan Baku Seiring Meningkatnya Pesanan
suryamalang.com/Mohammad Erwin
Proses produksi stik Bambu untuk dupa di Wagir Kabupaten Malang. 

SURYAMALANG.COM, WAGIR - Jelang perayaan hari besar Imlek bagi umat Konghucu harga bambu mengalami kenaikan diikuti harga dupa. Kini, harga untuk satu batang bambu dijual dengan harga Rp 30 ribu untuk ukuran besar dan ukuran kecil dihargai Rp 25 ribu.

Padahal sebelum jelang perayaan Imlek, satu batang bambu berukuran besar dihargai Rp 20 ribu dan yang kecil dihargai Rp 15 ribu.

Salah satu perajin dupa di Wagir Kabupaten Malang, Sumiatin mengatakan, kondisi naiknya harga bahan baku ini sudah ia rasakan sejak satu bulan terakhir. Sumiatin pun menyadari, tiap jelang perayaan Imlek harga bambu kerap naik.

"Karena banyak yang butuh banyak buat dupa, biasanya jelang hari besar umat Hindu dan Imlek harga bambu biasanya naik," kata Sumiatin, Selasa (28/1/2019).

Selain mengalami kenaikan harga bambu, menurut Sumiatin, kini bambu juga terasa tidak sebanyak dulu alias mulai langka. Beruntung wanita berusia 55 tahun itu sudah memiliki rekanan pemasok bambu untuk usahanya.

Di sisi lain perajin lainnya yakni, Rusdi (60) warga Wagir, juga merasakan kesulitan bahan baku. Ia mengaku harus berebut bahan baku dengan perajin yang lain. Memang, permintaan peralatan sembayang itu juga alami kenaikan. Kini permintaan bisa mencapai empat kuintal dupa.

"Jumlah produksi tergantung dengan cuaca. Kalau cuaca lagi bagus, dan sinar matahari bagus ya bisa bagus juga hasilnya. Kalau hujan ya kurang bagus," ujar Rusdi.

Rusdi menjelaskan, setelah dibentuk menjadi batangan kecil-kecil. Selanjutnya batang bambu dupa disalurkan ke perajin lainya di Desa Bedalisodo atau Petungsewu, Wagir, untuk diberi bubuk kayu. Setelah itu, dikirim lagi ke Bali untuk diberi kayu cendana sebagai pewangi dan siap diedarkan.

Meski bahan baku alami kenaikan harga, Rusdi tak mematok harga selangit untuk produk stik bambunnya. "Harganya tetap, Rp 3 ribu per kilogram stik bambu," tuturnya. 

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved