Universitas Brawijaya Malang

Dosen Hukum Universitas Brawijaya Malang: Kasus Kesusilaan Tak Tercakup KUHP

Dr Lucky Endrawati SH MH, Dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (UB) Malang meminta agar draft di RUU dibaca secara holistik agar tidak ada penaf

Dosen Hukum Universitas Brawijaya Malang: Kasus Kesusilaan Tak Tercakup KUHP
sylvianita widyawati - suryamalang.com
Suasana diskusi publik RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jumat (1/2/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pro kontra RUU PKS (Penghapusan Kekerasan Seksual) bergulir di masyarakat.

Dr Lucky Endrawati SH MH, Dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (UB) Malang meminta agar draft di RUU dibaca secara holistik agar tidak ada penafsiran sendiri-sendiri, Jumat (1/2/2019).

"Di RUU itu jangan dilihat parsial seperti soal LGBT, mengebiri laki-laki dll. Misalkan hanya dengan melihat satu pasal, satu angka. Harus dilihat secara holistik," jelasnya saat jadi pemantik diskusi publik "Dukung Atau Tolak RUU PKS" di ruang Mimbar Demokrasi di gedung C FH UB.

Karena itu para peserta diskusi dijanjikan dikirimi draft RUU itu agar dipahami filosofi secara keseluruhan. Sehingga harus disamakan dulu persepsinya. Katanya di draft RUU itu justru mengakomodir masalah kesusilaan yang tidak ada di KUHP.

"KUHP itu buatan tahun 1946. Jika masalah kesusilaan memakai KUHP tidak akan berjalan," jelasnya. Dikatakan, masalah kesusilaan seperti pencabulan tak harus secara fisik seperti di KUHP. Tapi menurutnya bisa non fisik.

"Contohnya saja ketika konten-kontem porno dikirim ke orang lain, maka bisa disebut pencabulan," katanya. Sehingga kasus yang menimpa Nuril Baiq, guru di Mataram, NTB bisa diakomodir di RUU PKS.

Nuril dijerat kasus pertama dengan UU ITE karena menyebarkan konten porno dengan pelaku yang sama, seorang kepala sekolah. Di kasus kedua, ia sudah melaporkan untuk kasus pencabulan sebagai korban. Lucky heran kenapa yang diproses dulu terkait UU ITE.

"Alasan penyidik lalai. Itu di luar jangkauan keilmuan saya. Saya lemas. Jauh-jauh saya ke Mataram. Padahal jika kasus pencabulan, barang buktinya mendukung yaitu bercak sperma di sprei," katanya.

Ia juga memberi contoh soal kasus artis VA yang sebagai tersangka prostitusi online dengan jerat UU ITE karena menyebarkan konten pornografi ke mucikari. Dan R, usernya belum kena pasal apapun. "Kok enak," ujarnya. Ia menjelaskan sudah pernah ditelepon penyidik Polda Jatim mengenai hal itu.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved