Malang Raya

Bermula dari Warkop di Gondanglegi, Pengedar Sabu dan Pil Koplo Diringkus Polsek Bantur & Bululawang

Berawal dari laporan masyarakat, tersangka diamankan pada saat setelah transaksi narkoba di sebuah warung kopi di Gondanglegi.

Bermula dari Warkop di Gondanglegi, Pengedar Sabu dan Pil Koplo Diringkus Polsek Bantur & Bululawang
ISTIMEWA
Barang bukti sabu yang berhasil diamankan petugas Polsek BanturĀ  

SURYAMALANG.COM, BANTUR - Unit Reskrim Polsek Bantur berhasil menangkap dua tersangka yang kedapatan memiliki narkotika jenis sabu-sabu, Minggu (3/2/2019).

Dua tersangka tersebut adalah Widiarto (37)  warga Dusun Lokwaru, Desa Tawangrejeni, Kecamatan Turen dan Muhammad Sofi'i (30) warga Jalan Hayam Wuruk, Desa Undaan, Kecamatan Turen.

Kanitreskrim Polsek Bantur, Ipda Sigit Hernadi menjelaskan dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan  sepoket sabu seberat 0,43 gram.

Selain sabu, petugas juga mengamankan satu buah handphone serta satu unit sepeda motor Honda Beat N-2433-EEY.

Hasil Skor Persita Tangerang Vs Arema FC Sementara 0-1, Gol Selamat Datang Makan Konate

Anang Hermansyah Akhirnya Buka Suara Soal RUU Permusikan yang Dikritik Jerinx SID

Fakta-fakta Setengah Rumah Ambrol di Malang, Penyebab Hingga Penanganan

Secara kronologis, berawal dari laporan masyarakat,  tersangka diamankan pada saat setelah transaksi narkoba di sebuah warung kopi di Gondanglegi.

Dua tersangka tak bisa mengelak setelah kedapatan membawa narkotika jenis sabu yang disimpan dalam topi milik Sofi'i.

Diketahui kedua tersangka memang pengonsumsi sabu. Tapi, tak sampai dikonsumsi, mereka sudah tertangkap terlebih dahulu oleh petugas.

"Pengedarnya masih buron. Dia waktu itu berhasil kabur saat  petugas gerebek di rumahnya. Saat melakukan penggerebekan untuk dilakukan pengembangan, telah ditemukan  2 (dua) pocket kristal putih masing-masing ditemukan diatas meja bawah taplak. Seberat 0,65 gram dan di atas jendela seberat 0,85 gram," beber Sigit.

Tersangka dijerat pasal 114 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun kurungan penjara.

Di sisi lain, sehari sebelumnya, Unit Reskrim Polsek Bululawang, juga berhasil menangkap pengedar pil koplo jenis dobel L, Kamis lalu (31/1/2019).

Kanitreskrim Polsek Bululawang, Iptu Ronny Margas menuturkan, penangkapan tersangka Hanif Fatkhur Rosyidin (21) asal Desa Njeru, Kecamatan Turen, merupakan pengembangan dari kasus serupa sebelumnya.

Dari tangan tersangka petugas mengamankan 1608 butir pil koplo serta uang hasil penjualan senilai Rp 120 ribu.

Pelaku terancam dijerat dengan pasal 197 subsider 196 undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Ancaman hukumannya hingga 15 tahun kurungan penjara. 

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved