Kabar Pamekasan

Vihara di Pamekasan Raih Rekor MURI karena Datangkan Kru Wayang Kulit dari 10 Negara

WAYANG KULIT - Vihara Avalokitesvara terletak di Dusun Candi, Desa Polagan Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan.

Vihara di Pamekasan Raih Rekor MURI karena Datangkan Kru Wayang Kulit dari 10 Negara
Kuswanto Ferdian - SuryaMalang.com
Ketua Vihara Avalokitesvara, Kosala Mahinda, memamerkan piagam MURI di depan Vihara Avalokitesvara, Dusun Candi, Desa Polagan Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Pulau Madura. 

SURYAMALANG.COM, PAMEKASAN - Festival dalang wayang kulit di Pamekasan, Pulau Madura, berhasil meraih penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan kategori 'Pemrakarsa dan Pelaksana Pagelaran Wayang Kulit dengan Pemain Pendukung Berasal dari 10 Negara'.

"Kami sangat bangga dengan penghargaan yang kami raih dari Museum Rekor Indonesia. Tentunya kesenian Tradisional Wayang Kulit harus tetap dilestarikan," kata Ketua Vihara Avalokitesvara Pamekasan, Kosala Mahinda, Selasa (5/2/2019).

Vihara Avalokitesvara terletak di Dusun Candi, Desa Polagan Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan

Dia mengatakan, pagelaran wayang kulit tersebut diikuti oleh 10 negara sehingga berhak mendapatkan penghargaan rekor MURI.

Ia melanjutkan, 10 negara tersebut terdiri dari Indonesia, China, Jepang, Hungaria, Belanda, Brasil, Inggris, Prancis, Amerika dan Denmark.

Menurutnya, pihaknya sangat bangga dan hormat atas inisiasi digelarnya festival pagelaran wayang kulit tersebut apalagi diera moderenisasi seperti sekarang.

"Pamekasan sebenarnya punya dalang dan pewayang yang handal. Selain itu kami juga punya wayang yang umurnya 300 tahun. Kekayaan lokalitas itulah yang perlu kita jaga bersama, sebab itu sudah tidak ternilai harganya," kata dia.

Tak hanya itu, Kosala mengatakan, perhelatan seni wayang kulit harus tetap di pertahankan untuk menjaga nilai seni budaya bangsa.

"Kami bersama kawan-kawan akan terus berupaya mempertahankan seni budaya ini," katanya.

"Saya juga berharap generasi muda untuk cinta kebudayaan Indonesia. Kalau bukan generasi muda siapa lagi yang akan melestarikan kebudayaan kita selanjutnya," harapnya. Kuswanto Ferdian

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved