Kota Batu

Desa Junrejo Gali Sejarah Perbarui Tugu Djoen

Tugu Djoen di Desa Junrejo sudah bisa dilihat oleh masyarakat, karena sebelumnya tugu ini ditutupi terpal karena diperbaiki ulang.

Desa Junrejo Gali Sejarah Perbarui Tugu Djoen
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Tugu Djoen di Desa Junrejo yang sudah diperbaiki. 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Tugu Djoen di Desa Junrejo sudah bisa dilihat oleh masyarakat, karena sebelumnya tugu ini ditutupi terpal karena diperbaiki ulang.

Tugu yang berada tepat di tengah pertigaan ini memiliki panjang sekitar 10 meter. Tugu ini sudah ada sejak belasan tahun lalu.

Komponen dari tugu ini ada gentong dan keris dibagian atas. Serta pelindung tugu yang mengelilingi tugu itu.

Tugu Djoen ini diperbaiki tanpa harus merubah bentuk aslinya. Tapi, gentong aslinya sudah hilang saat penjajahan Belanda.

Kepala Desa Junrejo, Andi Faisal Hasan mengatakan gentong ini sempat ditemukan dan di museum kan di salah satu museum di Jakarta.

“Ini cuma kami percantik saja sih. Agar lebih menarik dan menunjukkan kalau ini merupakan sejarah dari desa ini,” kata Andi kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (7/2/2019).

Perbaikan Tugu Djoen ini menggunakan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) sekitar Rp 12 juta.

Nantinya tugu ini dihiasi berupa lampu-lampu agar menarik dimalam hari.

Ia menyatakan kalau masih belum banyak mengetahui tentang sejarah Tugu Djoen ini.

Tugu Djoen ini dikatakannya memiliki arti wadah air yang ditunjukkan berupa gentong. Sedangkan Redjo berarti ramai.

Halaman
12
Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved