Kabar Pamekasan

Seni Ludruk juga Ada di Madura tapi Pemkab Pamekasan Tak Lagi Peduli

"Kalau ingin hidup dari Ludruk sudah tidak mungkin, tapi para pemain Ludruk ini hanya bertujuan untuk melestarikan budaya bangsa sendiri," ujarnya.

Seni Ludruk juga Ada di Madura tapi Pemkab Pamekasan Tak Lagi Peduli
Kuswanto Ferdian - SuryaMalang.com
Panggung pentas ludruk Panti Budoyo yang berada di Vihara Avalokitesvara Pamekasan, Madura, Kamis (7/2/2019). 

SURYAMALANG.COM, PAMEKASAN - Seni pentas Ludruk ternyata juga lestari di Pulau Madura, terutama Pamekasan.

Lazim diketahui, teater tradisional ini berkembang terutama di wilayah arek, seperti Jombang, Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Pasuruan hingga Malang. 

Pada masa jayanya, Ludruk juga digemari sebagian penduduk wilayah Mataraman di Jatim, seperti Kediri, Nganjuk, Tulungagung dan Blitar. 

Tapi kini, Ludruk di wilayah arek maupun Mataraman timur semakin sepi peminat. Apalagi di Pamekasan, Madura.

Bahkan pernah terjadi satu group Ludruk dalam setahun tidak pernah mendapatkan job untuk tampil di Pamekasan.

Kosala Mahinda, salah seorang pemillik group Ludruk di Pamekasan dengan nama Panti Budoyo juga menyayangkan minimnya perhatian pemerintah terhadap kesenian asli Jawa Timur ini.

"Kalau dulu biasanya kami ditampilkan dalam acara hari jadi Pamekasan dan Agustusan. Sudah beberapa tahun terakhir ini, tidak ada lagi undangan tampil. Kami juga ada group wayang dan kleningan," kata Kosala Mahinda, Kamis (7/2/2019).

Sementara dalam group Ludruk yang dipimpinnya ada sekitar 20 pemain.

Mereka ini, kata Kosala Mahinda bukan ingin mendapatkan penghasilan dari kesenian Ludruk, namun lebih pada keinginan untuk melestarikan kesenian ludruk tersebut.

"Kalau ingin hidup dari Ludruk sudah tidak mungkin, tapi para pemain Ludruk ini hanya bertujuan untuk melestarikan budaya bangsa sendiri," ujarnya.

Di sisi lain kata Kosala Mahinda, pemerintah melalui Dewan Kesenian Pamekasan (DKP) harus mencetak seniman-seniman muda Ludruk, agar kesenian Ludruk di Pamekasan tidak punah.

"Kalau ini dibiarkan, maka pemain Ludruk itu akan habis dengan sendirinya, maka dengan begitu kesenian Ludruk akan punah dengan sendirinya. Karenanya saya berharap kepada pemerintah untuk menyikapi semakin berkurangnya seniman Ludruk di Pamekasan," harap Kosala. Kuswanto Ferdian

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved