Malang Raya

Pemkab Malang Sediakan Dana Rp 13 Miliar untuk Pilkades di 268 Desa pada 30 Juni 2019

Pemkab Malang akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di 268 desa pada 30 Juni 2019.

Pemkab Malang Sediakan Dana Rp 13 Miliar untuk Pilkades di 268 Desa pada 30 Juni 2019
SURYAMALANG.COM/M Erwin
Rapat koordinasi dan sosialisasi pembinaan rencana pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak 2019 gelombang ketiga, di Pendopo Peringgitan Kabupaten Malang, Jumat (8/2/2019). 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN – Pemkab Malang akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di 268 desa pada 30 Juni 2019.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Didik Budi Muljono menjelaskan pertimbangan Pilkades digelar pada tanggal tersebut adalah supaya warga desa dapat sepenuhnya berpartisipasi.

“Kami ingin semua masyarkat berpartisipasi seluruhnya karena pilkades ini lah yang nantinya akan menentukan nasib dan kebijakan pemerintah di desanya dalam tempo enam tahun kedepan.”

“Setelah melalui pertimbanganbersama jajaran terkait, kami putuskan pilkades akan dilaksanakan pada 30 Juni, tepatnya hari Minggu,” beber Didik kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (8/2/2019).

Didik menambahkan dari evaluasi Pilkades sebelumnya, ada sejumlah hal.yang patut dibenahi dalam Pilkades nanti. Yakni, persiapan administrasi yang baik.

“Kami juga harus lakukan koordinasi dengan pihak yang berwajib agar pilkades gelombang ketiga ini dapat berjalan dengan tertib, aman, lancar dan sukses,” jelas Didik.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang, Suwadji menjelaskan dalam penyelenggaraan Pilkades ini,  Pemkab Malang alokasikan dana sebesar Rp 13,4 miliar.

“Jadi jumlahnya berbeda-beda untuk tiap desa. Menyesuaikan dengan jumlah DPT yang ada di masing-masing desa,” jelas Suwadji.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Malang, Kompol Sunardi Riyono menerangkan sebanyak 2510 personel dikerahkan dalam pengamanan Pilkades.

Terkait dengan adanya titik rawan saat Pilkades, Sunardi bekerjasama dengan TNI juga sudah melakukakan pemetaan wilayah.

“Kami juga sudah  memetakan mana saja daerah yang rawan atau yang aman.”

“Aspek-aspek historis, persaingan hingga isu yang berkembang tentukan pola pengamanan yang akan dilakukan,” tandas Sunardi.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved