Malang Raya

Wali Kota Malang Sutiaji Tegaskan Sekolah Tidak Boleh Mengeluarkan Siswa

Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan bahwa tidak boleh ada sekolah yang mengeluarkan siswanya di Kota Malang.

Wali Kota Malang Sutiaji Tegaskan Sekolah Tidak Boleh Mengeluarkan Siswa
Benni Indo
Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan bahwa tidak boleh ada sekolah yang mengeluarkan siswanya di Kota Malang. Jika terdapat persoalan pada siswa, maka menjadi tanggungjawab sekolah untuk menyelesaikannya. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan bahwa tidak boleh ada sekolah yang mengeluarkan siswanya di Kota Malang. Jika terdapat persoalan pada siswa, maka menjadi tanggungjawab sekolah untuk menyelesaikannya.

“Tidak bener, namanya sekolah harus menyelesaikan. Makannya di sekolah ada konseling. Ketika dilempar, maka tanggungjawabnya dia. Jangan dikeluarkan,” ujar Sutiaji, Jumat (8/2/2019).

Menurut Sutiaji, dikeluarkannya anak dari sekolah bukan solusi yang tepat. Sekolah harus tetap mendidik anak karena memang menjadi tanggungjawab sekolah untuk mendidik.

“Anak-anak dididik dulu. Jadi tanggungjawabnya dia, dididik. Saya konfirmasi dulu kepala sekolah tentang kebenarannya,” ungkap Sutiaji.

Sebelumnya, para anggota Komisi D DPRD Kota Malang mengunjungi SMPN 13, Jumat (9/2/2019) pagi. Kunjungan itu untuk mengklarifikasi laporan warga terkait dikeluarkannya sejumlah siswa di sekolah itu.

"Isu awalnya 27 siswa, kemudian 16 dan terakhir 4 siswa," jelas Sugiono, Sekretaris Komisi D pada wartawan usai bertemu kepala SMPN 13 untuk klarifikasi.

Dasar dikeluarkan karena ada alasan yang tidak ditolerir dengan dasar poin di tata tertib. Di mana siswa poinnya sudah maksimal yaitu 120. Para murid yang disanksi melakukan pelanggaran karena mengkonsumsi narkoba.

Saat kunjungan itu, para wali murid yang anaknya terkena kasus datang ke sekolah. Mereka kemudian berdiskusi dengan pihak sekolah dan anggota dewan di ruang perpustkaan.

Dijelaskan Rusman, seorang anggota Komis D DPRD Kota Malang, dari hasil dikusi itu disepakati bahwa tiga siswa tetap sebagai siswa SMPN 13 dengan konsekuensi tidak naik kelas. Sedang satu siswa sudah terlanjur pindah ke sekolah swasta.

“Semuanya siswa kelas 7. Ini buat pembelajaran juga bagi siswa yang lain," jelasnya.

Dalam surat perjanjian yang ditandatangani orangtua, ditegaskan bahwa siswa yang terlibat narkoba akan dikembalikan ke ortu. Namun nyatanya, sekolah tidak mengembalikan siswa. Sekolah memilih untuk memindahkan siswa ke sekolah lain.

Dari pihak sekolah tidak bersedia memberi pernyataan atas hal ini karena merasa sudah disampaikan melalui anggota dewan. 

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved