Kabar Surabaya

Kisah Bos Kopi Kapal Api Pernah jadi Kernet Bemo dan Buruh Kerok Ban Bekas

Soedomo Mergonoto, bos kopi cap Kapal Api: Saya juga pernah jadi kernet bemo. Pejabat-pejabat itu nggak percaya saya pernah jadi kernet.

Kisah Bos Kopi Kapal Api Pernah jadi Kernet Bemo dan Buruh Kerok Ban Bekas
Hefty's Suud
Soedomo Mergonoto, bos pabrik kopi Kapal Api, dalam acara bertajuk Energi DI's Way, merayakan satu tahun blog pribadi Dahlan Iskan di DBL Academy Pakuwon Mall, Surabaya, Sabtu (9/2/2019). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Soedomo Mergonoto, bos kopi cap Kapal Api, berkata begini:

"Saya juga pernah jadi kernet bemo. Pejabat-pejabat itu nggak percaya kalau saya bilang pernah bekerja sebagai kernet. Pernah saya dites, saya praktikkan, Wonokromo... Wonokromo rong atus. Kalau sudah sampai Wonokromo, ganti, Jembatan Merah, Jembatan Merah, rong atus."

Rong atus maksudnya Rp 200. Itu tarif bemo pada masa muda Soedomo Mergonoto, satu dari banyak anak Go Soe Loet asal Tiongkok yang merantau ke Surabaya era 1920-an. 

Ya, Soedomo membesarkan Kapal Api seperti sekarang dengan jalan yang berliku. Ayahnya memang merintis usaha dagang kopi tetapi Soedomo juga mendirikan perusahaan terpisah. 

Soedomo didaulat mengisahkan usahanya pada acara perinhatan setahun blog disway.id milik Dahlan Iskan di lapangan DBL Academy Pakuwon Mall Surabaya, Sabtu (9/2/2019).

"Sekarang ini kan sedang banyak anak-anak muda, bahkan orang sesusia saya yang ingin membuka bisnis kopi. Boleh tidak dibagikan rahasia suksesnya Kapal Api?" ujar Dahlan di atas panggung kepada Soedomo.

Soedomo pun menyahut, seorang pengusaha sukses, belum tentu mendapatkan kesuksesannya secara mudah. Ia pun berpesan, jangan melihat pengusaha sukses di masa suksesnya saja.

Lalu ia bercerita, Kapal Api dimulai sejak tahun 1927. Ayah Soedomo menjual kopi panggul berjalan dari Jalan Panggung menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Bisnis kopi itu dimulai dari rumah keluarganya di Kampung Panggung Gang 5, Surabaya.

Usaha tersebut terbilang kecil, orangtua Soedomo memintanya untuk bekerja satu tahun di perusahaan vuklanisir ban. Di sana, ia bertugas mengerok ban-ban bekas.

Halaman
12
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved