Final Four Proliga 2019 - Pertamina Energi Kalahkan Jakarta PGN Popsivo

Laga final four Proliga 2019 yang digelar di GOR Jayabaya Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (9/2/2019).

Final Four Proliga 2019 - Pertamina Energi Kalahkan Jakarta PGN Popsivo
didik mashudi - suryamalang.com
Aprilia Santini Manganang, pemain Jakarta PGN Popsivo Polwan melancarkan smash maut ke pemain Jakarta Pertamina Energi di GOR Jayabaya Kota Kediri, Sabtu (9/2/2019) malam. 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Juara bertahan tim putri Jakarta Pertamina Energi tampil memukau menundukkan juara putaran pertama Jakarta PGN Popsivo Polwan 3-0 (25-9, 25-21, 25-23) di laga final four Proliga 2019 yang digelar di GOR Jayabaya Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (9/2/2019).

Kedua tim yang sempat saling mengalahkan pada babak reguler itu, Jakarta Pertamina Energi memulai laga dengan memimpin jalannya pertandingan dengan skor 15-4. Tanpa perlawanan berarti mereka mampu mengambil set pertama dengan mudah 25-9.

Unggul jauh membuat tim yang ditukangi Muhammad Ansori itu semakin percaya diri, sehingga mereka memimpin 16-11. Tak ingin mengulangi kesalahan pada set pertama, Amalia Fajrina mencoba keluar dari tekanan, tapi smes dari Aprilia Manganang selalu dapat dikembalikan, dan akhirnya mengamankan set kedua 25-21.

Memasuki set ketiga PGN Popsivo Polwan langsung memimpin 5-3 dan mencoba terus keluar dari tekanan. Tapi hal itu tidak mudah bagi kedua tim yang sama-sama mampu memenangkan putaran pertama dan putaran kedua, bahkan pertarungan sengit terlihat antara serangan-serangan langsung dari Bethania De La Cruz dan Aprilia Manganang tanpa henti hingga kedua tim mampu menyamakan skor 16-16.

Tim Pertamina Energi terus menekan dan mengakhiri laga dengan 25-23.

“Kita dikasih poin bagus, menang. Nilai bagus hari ini 3-0, tapi besok masih ada pertandingan dan bagus kalau kita bisa mengambil poin sebanyak-banyaknya untuk menuju grand final, kalau sudah pasti aman kita baru akan santai. Jadi untuk besok anak-anak harus tetap fokus untuk pertandingan besok, dan tetap semangat,” ujar Muhammad Ansori, pelatih Jakarta Pertamina Energi.

Dikatakan, semua tim tentu sama, ada pemain asing tentu harapannya lebih banyak membunuh dan mendapatkan poin terbanyak.

Awalnya juga terseok-seok tapi setelah datangnya Bethania De La Cruz tim berubah 95 persen, dia memang pemain yang hebat, bisa membuat yang lain juga berkembang.

"Perjalanan kami masih panjang, masih ada besok dan Malang, dengan kemenangan dua kali berturut-turut ini dan tampil bagus, kita sudah terbuka lebar untuk menuju grand final di Jogyakarta, tapi kita tetap fokus dan tidak mau terlena,” tambahnya.

Sementara Asisten Pelatih Jakarta PGN Popsivo Polwan, Niko Dwi Purwanto mengaku jika timnya tadi langsung terserang dibola awal.

Beberapa kali diset pertama receive sama sekali tidak bisa, bahkan tadi empat poin sama sekali tidak bisa. Mungkin anak-anak kurang percaya diri, sampai pelatih mengintruksikan yang penting bola naik saja.

"Set ketiga juga sama lebih banyak melakukan kesalahan, diserang dari back attack. Kalau untuk besok di receive sebagai evaluasi pertama kita, harus diperbaiki disitu,” jelas Niko Dwi.

“Kami akui memang di receive kita kurang bagus. Kita sendiri kalau lawan Pertamina memang pengen greget, cuma merasa beda dari putaran pertama," ungkap Aprilia Manganang.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved