Kabar Blitar

10 Ribu Anak Di Kota Blitar Belum Memiliki KIA, Target Tahun Ini Tuntas

Data dari Dispendukcapil jumlah anak yang harus memiliki KIA di Kota Blitar sekitar 40.700 anak. Anak harus memiliki KIA usia 0 - 16 tahun.

10 Ribu Anak Di Kota Blitar Belum Memiliki KIA, Target Tahun Ini Tuntas
surya/istimewa
ilustrasi penggunaan KTP.

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Blitar terus mengebut pencetakan kartu identitas anak (KIA). Dispendukcapil sudah mencetak sebanyak 29.919 KIA sampai awal 2019 ini.

"Saat ini masih ada sekitar 10.000 anak yang belum mengurus KIA. Tahun ini kami upayakan semua anak punya KIA," kata Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) dan Pengolahan Data Dispendukcapil Kota Blitar, Sad Wahyuningtyas, Senin (11/2/2019).

Data dari Dispendukcapil menyebutkan jumlah anak yang harus memiliki KIA di Kota Blitar sekitar 40.700 anak. Anak yang harus memiliki KIA yang berusia 0-16 tahun. Dari total itu, baru sekitar 29.919 anak yang sudah memiliki KIA. Berarti masih kurang sekitar 10.781 anak yang belum memiliki KIA.

Sad Wahyuningtyas mengatakan, selama ini anak yang aktif mengurus KIA rata-rata anak usia sekolah dasar (SD). Mereka mengurus KIA secara kolektif didaftarkan oleh sekolah. Sedangkan anak usia SMP jarang mengurus KIA karena sebentar lagi sudah mengurus kartu tanda penduduk (KTP).

"Anak usia SMP jarang mengurus KIA, karena mereka berpikir sebentar lagi sudah mengurus KTP," ujarnya.

Tetapi, kata Sad Wahyuningtyas, Dispendukcapil berupaya semua anak yang belum wajib KTP harus memiliki KIA. Menurutnya, KIA penting sebagai identitas untuk anak. Apalagi Kota Blitar menjadi pilot project penerapan KIA di Jatim.

Sekarang, KIA dapat digunakan untuk mendaftar masuk sekolah di Kota Blitar. Dengan KIA, anak tidak perlu lagi membawa kartu keluarga (KK) untuk mendaftar sekolah. Data anak sudah terekam di KIA. "KIA ini sebagai identitas dan akan memudahkan bagi para anak-anak sendiri," ujarnya.

Menurutnya, yang masih menjadi kendala dalam mencetak KIA yaitu mesin pencetaknya. Saat ini hanya ada dua mesin cetak di Dispendukcapil. Mesin itu juga dipakai untuk mencetak KTP elektronik. Sedangkan yang digunakan khusus mencetak KIA hanya satu mesin.

Karena keterbatasan alat, pencetakan KIA hanya dilakukan seminggu sekali pada hari Jumat. Kekuatan mesin cetak juga terbatas hanya mampu mencetak 100-150 kartu sekali cetak.

Sedangkan, untuk kebutuhan blangko KIA tidak ada masalah. Sebab, Pemkot Blitar bisa melakukan pengadaan sendiri blangko KIA. Blangko KIA memang berbeda dengan KTP elektronik, tidak ada chip. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved