Kepulauan Riau

Lika-liku Prostitusi Online di Pulau Batam, Pelanggannya dari Jakarta, Yogya, Bali sampai Makassar

PROSTITUSI ONLINE DI BATAM - Konsumen AS berasal dari sejumlah kota di antaranya Jakarta, Bali, Makassar, Yogyakarta dan Bandung.

Lika-liku Prostitusi Online di Pulau Batam, Pelanggannya dari Jakarta, Yogya, Bali sampai Makassar
SURYAMALANG.COM/Rahardian Bagus
ILUSTRASI - Penggerebekan prostitusi online 

SURYAMALANG.COM, BATAM - Prostitusi online marak di berbagai daerah, tidak sekadar melibatkan artis tetapi juga pelacur dari kalangan biasa.

Kali ini, jajaran Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri membongkar praktik prostitusi online di Pulau Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (9/2/2019).

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol S Erlangga, delapan tersangka telah diamankan baik yang bertindak sebagai mucikari maupun sebagai pekerja seks komersial.

"Kerjanya terorganisir dan para PSK ini dijajakan melalui jejaring sosial," kata Erlangga saat konferensi pers pengungkapan kasus di Mapolda Kepri, Senin (11/2/2019).

Erlangga mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari penangkapan AS yang merupakan seorang mucikari.

Dari keterangan AS, polisi melakukan pengembangan dan mengamankan NJ (19) asal Cirebon yang merupakan oknum mahasiswi rekrutan AS.

Setelah menangkap AS dan NJ, polisi mengamankan enam tersangka lainnya yang terlibat dalam kasus tersebut yaitu VR (19) asal Purwakarta, WA (23) asal Batam, MA (36) asal Medan, FH (31) asal Batam, DR (24) asal Medan dan E (19) asal Pangandaran.

Erlangga mengatakan, untuk proses perekrutannya, AS membuka lowongan kerja melalui internet dengan membuat sebuah website.

Untuk tarif, AS mematok harga yang bervariasi mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 4 juta.

Erlangga mengatakan, konsumen AS berasal dari sejumlah kota di antaranya Jakarta, Bali, Makassar, Yogyakarta dan Bandung.

"Jadi konsumennya bukan di Batam saja, bahkan juga melayani dari luar Batam," ujar Erlangga.

AS dijerat dengan pasal 2 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan pasal 45 Ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. kompas.com

Jajaran Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri membongkar praktik bisnis prostitusi online di Batam, Kepulauan Riau. Dalam kasus ini sedikitnya ada 8 tersangka yang diamankan, baik yang bertindak sebagai mami maupun pekerja seks komersialnya.
Jajaran Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri membongkar praktik bisnis prostitusi online di Batam, Kepulauan Riau. Dalam kasus ini sedikitnya ada 8 tersangka yang diamankan, baik yang bertindak sebagai mami maupun pekerja seks komersialnya. (KOMPAS.com/ HADI MAULANA)
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved