Malang Raya

Masyarakat Kabupaten Malang Harus Melek Produk Jasa Keuangan

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Widodo menyebut pengetahuan masyarakat mengenai produk jasa keuangan harus lebih ditingkatkan.

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Widodo menyebut pengetahuan masyarakat mengenai produk jasa keuangan harus lebih ditingkatkan.

Hal tersebut disampaikannya berkaca pada literasi keuangan di Indonesia, termasuk Kabupaten Malang masih sangat rendah, yakni sekitar 35 persen.

Jumlah ini sangat rendah jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN yang rata-rata 80 persen.

Berdasarkan temuan tersebut, Widodo berpendapat bahwa literasi keuangan masyarakat sangat penting.

Hal tersebut semata-mata dilakukan untuk menghindarkan masyarakat, dari investasi yang merugikan atau investasi bodong Artinya masih cukup banyak masyarakat yang belum menggunakan produk paham mengenai produk jasa keuangan.

“Salah satunya ya minimnya pengetahuan soal perbankan, serta ada juga sebagian masyarakat menginvestasikan keuangannya dengan cara lain seperti membeli tanah dan juga sebuah bangunan,” terang Widodo kepada SURYAMALANG.COM, Senin (10/2/2019).

Widodo menjelaskan, produk jasa keuangan diantaranya adalah perbankan, industri keuangan non bank dan pasar modal.

Dari jenis-jenis itu, yang paling diminati masyarakat  adalah produk jenis perbankan.

Ia menyadari bahwa dibutuhkan kepercayaan antara konsumen dengan produsen.

Jika dilihat berdasarkan data OJK Malang, mulai tahun 2013 yang lalu semula jumlah Inklusif atau nasabah yang menggunakan produk jasa perbankan mencapai 59,7 persen.

Halaman
123
Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved