Malang Raya

Mengintip Cara Kerja Admin Grup Facebook Komunitas Peduli Malang Raya

Andik Supriyanto, pendiri Komunitas Peduli Malang Raya (KPMR), melarang posting yang mengandung unsur SARA, kampanye, politik dan ujaran kebencian.

Mengintip Cara Kerja Admin Grup Facebook Komunitas Peduli Malang Raya
facebook/KomunitasPeduliMalangRaya
KOMUNITAS PEDULI MALANG RAYA 

"Bagi orang kecil, hiburan atau guyonan di grup sangatlah menghibur. Namanya peduli itu bukan hanya aksi ke panti asuhan, namun membuat orang lain tertawa adalah bentuk kepedulian dari aspek psikologis, walaupun masih ada orang yang mengaggap bahwa guyonan itu tidak berfaedah," ucapnya.

Selain mengurusi grup Facebook, KPMR juga mempunyai kegiatan sosial yakni dengan membangun rumah-rumah warga yang tak layak huni.

Mereka bekerja sama dengan beberapa komunitas lain dalam menjalankan misi sosial tersebut.

"Kegiatan kami yang kemarin kami lakukan ialah membangun sebuah rumah di daerah Turen. Kami banyak berkolaborasi dengan komunitas dalam kegiatan ini, seperti Turen Bersatu, Padma Digdaya, Relawan Semut dan lain sebagainya," jelasnya.

Saat ditanya mengenei dana yang dianggarkan itu, Andik mengaku mendapatkan dana tersebut dari para donatur, admin, para anggota KPMR.

Kata andik, donatur terbesar KPMR merupakan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri.

"Pemilihan rumah yang tak layak huni itu biasanya di survei oleh tim kami yang sudah terpercaya, maupum dari aktifis ataupun anggota KPMR itu sendiri. Kami akan turun ke lokasi, kami cek upload dan kirim mobilisasi bantuan," tandasnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved