Malang Raya

Pemkot Malang Jamin Usut Kasus Dugaan Pedofil Oknum Guru Dengan Korban Sejumlah Siswi SD

Sutiaji menegaskan kalau Pemkot Malang memberikan jaminan kalau Pemkot Malang akan memberikan sanksi tegas sesuai dengan PP 53 Tahun 2010.

Pemkot Malang Jamin Usut Kasus Dugaan Pedofil Oknum Guru Dengan Korban Sejumlah Siswi SD
suryamalang.com/Benni Indo
Wali Kota Malang, Sutiaji dan Kepala Sekolah SDN Kauman 3, Irina Rosemaria saat berada di SDN Kauman 3 Kota Malang, Senin (11/2/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Walikota Malang, Sutiaji menaruh perhatian serius terhadap peristiwa pedofil yang terjadi di SDN Kauman 3 Kota Malang. Selepas menemui kepala sekolah dan komite SDN Kauman 3, Sutiaji memberikan keterangan kepada para awak media.

Dalam keterangannya, pelaku berinisal IM sudah dalam pembinaan Pemkot Malang. Sutiaji juga menegaskan kalau Pemkot Malang memberikan jaminan kalau Pemkot Malang akan memberikan sanksi tegas sesuai dengan PP 53 Tahun 2010 Disiplin Pegawai Negeri Sipil karena IM adalah seorang ASN.

“Sekarang dalam pembinaan  Pemkot Malang. Maka ada keharusan dari kami memberikan jaminan tidak boleh ada peraduan lagi bahwa Pemkot Malang bertindak proporsional. Kalau ada masalah tetap kami bina sesuai dengan PP 53/2010. Itu nanti kami kuatkan,” kata Sutiaji, Senin (11/2/2019).

Sutiaji mengatakan, kedatangannya ke SDN Kauman 3 untuk mengklarifikasi. Pasalnya beredar luas pemberitaan terjadi kasus pedofilia di SDN Kauman 3.

“Sifatnya klarifikasi ke kepala sekolah. Saya perlu informasi sesungguhnya dari kepala sekolah. Informasi yang didapat, sebagaimana di media itu. Menurut norma itu tidak dibenarkan,” jelasnya.

Sutiaji menginstruksikan agar pihak sekolah memanggil seluruh wali murid dalam waktu dekat ini. Pertemuan itu untuk membuka keran informasi terkait peristiwa pedofilia yang terjadi di SDN Kauman 3.

“Semuanya wali murid dikumpulkan untuk memberikan kepastian dan jaminan agar tidak ada keraguan. Dinas juga melakukan koordinasi kepada semuanya, tidak hanya di sini saja. Diberikan jaminan agar tidak terjadi hal semacam ini lagi,” tegasnya.

Dikatakan Sutiaji, peristiwa itu mempengaruhi proses belajar mengajar murid. Selain itu juga terdampak pada psikologi anak

“Saya tegaskan bahwa kehadiran kami, siapapun yang tidak sesuai maka kami akan berikan sanksi,” paparnya.

Ketua Komite SDN Kauman 3, Nanang Dwi Priono mengatakan, korban pelecehan di SDN Kauman 3 jumlahnya diperkirakan 20 anak. Ia juga mengatakan, sekolah akan segera melakukan pertemuan dengan para wali murid dalam waktu dekat ini. “Ya, itu datanya sudah saya serahkan ke dinas,” ujar Nanang.

Ditanya mengenai pertemuan wali murid pada 29 Januari 2019, Nanang mengatakan, kalau pertemuan itu memang ada.

Ditegaskan Nanang, dalam pertemuan itu pihak sekolah tidak melarang para wali murid melapor ke polisi. Kata Nanang, pihak sekolah hanya menghimbau agar kasus itu tidak dilaporkan ke kepolisian terlebih dahulu.

“Tidak ada kata melarang. Kami hanya menghimbau karena yang kami pikirkan bukan nama sekolah tapi psikologi anak,” katanya.

Sekolah mengetahui kejadian adanya tindak pelecehan itu pada 25 Januari 2019 setelah ada wali murid yang mengadu. Kata Nanang, sebelumnya sekolah tidak tahu menahu terkait perilaku oknum Guru IM yang menyimpang. 

Penulis: Benni Indo
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved