Malang Raya

Pemkot Malang Klaim Hemat Rp 52 Miliar Berkat Perampingan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)

Kepala Barenlitbang Kota Malang Erik Setyo Santoso menjelaskan, angka Rp 52 miliar itu berdasarkan kajian naskah akademis Barenlitbang Kota Malang.

Pemkot Malang Klaim Hemat Rp 52 Miliar Berkat Perampingan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Balai Kota Malang 

Upaya penataan kelembagaan yang saat ini dilakukan oleh Pemkot Malang merupakan bagian dari reformasi birokrasi itu. Harapannya, dapat mencapati visi dan misi kepala daerah.

“Sehingga tepat fungsi dan tepat sasaran sesuai visi dan misi,” urainya.

Meski begitu, penataan ulang ini menurut Oscar harus dilakukan secara hati-hati. Pasalnya dampaknya luas terhadap kinerja OPD lainnya.

Menurutnya, tidak sekadar penataan saja. Namun juga perlu ada target-target yang dibebankan kepada OPD.

“Yang pasti pemerintah harus memiliki target jelas. Sehingga lembaga itu memiliki tanggungjawab yang telah ditetapkan dalam target,” ungkapnya selepas menggelar seminar Series Governance 3 & Kuliah Tamu dengan topik Tata Kelola Pembangunan Kota Malang 2019-2023: Tantangan dan Isu-isu Strategis.

Menurut Oscar, sisi pelayanan Pemkot Malang saat ini sudah mengalami perbaikkan. Baginya, ke depan harus ditata lagi.

“Jadi misalnya ada kompetisi inovasi pelayanan. Sehingga setiap perangkat daerah memiliki inovasi pada pelayanan publik,” jelasnya. 
 

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved