Kabar Surabaya

Pertemuan Khofifah Dan Risma Tunjukkan Kultur Politik Baru Di Jatim

Dengan komunikasi yang informal bisa memberikan optimisme dan ada eskalasi pembangunan yang terintegrasi di Pemprov Jawa Timur dan Pemkot Surabaya.

Pertemuan Khofifah Dan Risma Tunjukkan Kultur Politik Baru Di Jatim
suryamalang.com/Fatimatuz Zahro
Pertemuan Gubernur Jawa Timur terpilih 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di rumah makan, Minggu (10/2/2019). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Juru Bicara Tim Pemenangan Khofifah-Emil KH Zahrul Azhar Asal mengapresiasi pertemuan antara Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa  dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang digelar di salah satu rumah makan, Minggu (10/2/2019).

Menurut KH Zahrul, bersambungnya kembali silaturahmi yang hangat antara Khofifah dan Risma pasca berseberangan kubu politik di Pilgub 2018 adalah suatu upaya membangun kultur politik baru di Jawa Timur.

"Yang jelas ini akan bangun kultur politik baru di Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim. Terutama sudah jadi rahasia umum antara gubernur lama dengan Bu Risma tidak begitu harmonis," kata pria yang akrab disapa Gus Hans ini usai pertemuan antara Khofifah dan Risma.

Maka dengan komunikasi yang informal ini menurutnya, bisa  memberikan optimisme dan ada eskalasi pembangunan yang terintegrasi nantinya di Pemprov Jawa Timur dan Pemkot Surabaya. 

Lebih lanjut ia mengatakan,  dalam pertemuan 1,5 jam antara Khofifah dan Risma dalam acara santap sore itu yang dibahas lebih pada human interes. 

Tentang penanggulangan permasalahan sosial dan juga masalah pendidikan yang sesuai dengan background masing-masing keduanya.

Dimana Khofifah pernah menjabat sebagai Menteri Sosial,  dan Risma terbilang cukuo aktif menangani masalah sosial di daerah yang dipimpinnya,  Kota Pahlawan. 

Di sisi lain, saat ditanya apakah pertemuan ini menandakan Khofifah dan Risma akhirnya melupakan segala kejadian saat proses Pilgu Jatim dimana Risma membela pasangan Saifullah Yusuf - Puti Guntur Soekarno,  rival Khofifah. 

"Ini bedanya politisi yang sudah kenyang asam garam dengan politisi baru.  Selesai ya selesai,  sebab saat ini yang dikedepankan adalah kepentingan masyarakat.  Klemben-klemben roti-roti, bien-bien saiki-saiki," tegasnya. 

Ditegaskan Gus Hans,  hal semacam ini tak lain adalah dinamika politik yang diharapkan menjadinpelajaran masyarakat bagaimana bersikap dalam politik.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved