Kabar Surabaya

Gus Ipul Sekeluarga Tinggalkan Rumah Dinas, Ini Pesannya untuk Khofifah Indar Parawansa

Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama istri dan anak-anaknya mulai meninggalkan rumah dinasnya di Jalan Imam Bonjol, Surabaya.

Gus Ipul Sekeluarga Tinggalkan Rumah Dinas, Ini Pesannya untuk Khofifah Indar Parawansa
sugiharto
Wagub Jatim, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama istri dan anaknya membawa koper meninggalkan rumah dinasnya di Jl Imam Bonjol, Surabaya, Selasa (12/2/2019). Gus Ipul meninggalkan rumah dinasnya sebagai Wakil Gubernur seiring dengan berakhirnya masa jabatannya dan akan digantikan oleh Emil Dardak yang merupakan Wakil Gubernur Terpilih pasangan Khofifah Indar Parawansa. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama istri dan anak-anaknya mulai meninggalkan rumah dinasnya di Jalan Imam Bonjol, Surabaya, Selasa (12/2/2019).

Pada hari-hari terakhir masa kekuasaannya ini, Gus Ipul menyampaikan pesannya kepada Gubenur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa.

Gus Ipul berharap Jatim bisa lebih cepat maju di bawah pemerintahan Khofifah-Emil.

"Kita punya modal besar untuk bisa lebih cepat maju dari perolehan yang kita dapat hari ini," kata Gus Ipul saat hendak meninggalkan rumah dinasnya di Jalan Imam Bonjol, Selasa (12/2/2019).

Salah satu yang menjadi pesan Gus Ipul adalah untuk mengatasi banjir yang penanganannya relatif stagnan.

"Ini cukup merugikan masyarakat seperti di  Sampang, Kraton (Pasuruan), dan beberapa tempat lain yang memerlukan perhatian lebih serius ke depan," lanjut Ketua PBNU ini.

Gus Ipul melanjutkan, Khofifah juga harus melindungi pelaku UMKM yang merupakan salah satu roda penggerak utama perekonomian di Jatim di tengah tantangan MEA.

"Sebut saja misalnya April nanti impor susu sudah jauh lebih bebas, tidak lagi melalui BPOM dan SNI lagi yang harganya di bawah 75 dolar," ucap Gus Ipul.

Hal ini bisa menjadi ancaman karena harga dari dari peternak di Jatim jauh lebih mahal dari impor tersebut.

"Ini tantangan kita yang memang harus diatasi pemerintah. Tidak bisa dibiarkan bertarung sendiri, perlu ada kebijakan yang melindungi. Ini PR pemerintah yang akan datang," ucapnya. Sofyan Arif Candra Sakti

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved