Kabar Magetan

Kata Pejabat Magetan, Pasien DBD 'Cuma' 78 Orang, Faktanya Sekitar 350 Orang

Kepala Dinkes Magetan, Furyana Kartini, menyebut sebanyak 78 orang terkena DB dan DBD. Data itu juga sempat dipakai Bupati Magetan, Suprawoto.

Kata Pejabat Magetan, Pasien DBD 'Cuma' 78 Orang, Faktanya Sekitar 350 Orang
doni prasetyo
Pasien penderita Demam Berdarah (DB) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Magetan meningkat hingga dua kali lipat. Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan belum menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB). 

SURYAMALANG.COM, MAGETAN - Dalam dua bulan ini pasien penderita Demam Berdarah (DB) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Magetan meningkat hingga dua kali lipat. Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan belum menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB).

"Saya tidak mengerti, kapan KLB ditentukan Dinkes dan pemerintah setempat. Tapi dari definisi lama, KLB itu minimal ada tiga, salah satu, terutama peningkatan jumlah pasien penyakit tertentu yang signifikan. Kemudian kematian yang meningkat dua kali lipat. Itu sudah masuk KLB," kata Direktur Utama (Dirut) RSUD dr Sayidiman, dr Yunus Mahatma Andre SpPD kepada SuryaMalang.com, Selasa (12/2-2019).

Menurut dia, pasien DB dan DBD di RSUD dr Sayidiman dalam satu bulan ini meningkat dua kali lipat dan sesuai kriteria, ini sudah masuk KLB karena peningkatan jumlah pasien yang terjangkit virus dengue itu.

"Kalau menurut Dinkes itu belum KLB, kami tidak tahu," jelas Mahatma.

Dikatakan Mahatma, sejak November 2018 hingga awal Februari 2019 ini, pasien DB dan DBD di RSUD dr Sayidiman berjumlah 350 orang. Jumlah itu dirawat di ruang anak dan penyakit dalam.

"Pasien yang harus dirawat meningkat dua kali lipat sehingga sebagian dirawat di lorong-lorong, tapi pelayanan kesehatan sama, antara yang di lorong dan ruang. Yang terpenting kami tidak menolak pasien," kata Mahatma.

Dari seluruh pasien DB dab DBD yang dirawat di RSUD dr Sayidiman, seluruh bisa disembuhkan. Bahkan keseluruhan pasien tidak sampai dirawat lebih dari tiga hari sehingga ruang bisa bergilir dengan pasien yang baru.

"Mudah-mudahan tidak ada yang meninggal dunia, semua diberikan kesehatan kembali," ujar Mahatma.

Sementara, sejak beberapa waktu lalu, menurut data Dinkes Kabupaten, jumlah penderita DB dan DBD tidak bergerak dari angka 78 orang.

Kepala Dinkes Magetan, Furyana Kartini, menyebut 78 orang terkena DB dan DBD yang kemudian data itu juga sempat dipakai Bupati Magetan, Suprawoto.

Padahal fakta di lapangan, jumlah warga terjangkit virus DB dan DBD tiga hingga empat kali lipat dari data Dinkes Kabupaten. 

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved