Malang Raya

Komnas Perlindungan Anak Mendorong Ortu Korban Cabul Di Kota Malang Lapor Polisi

Apapun alasannya tidak ada kompromi terhadap kejahatan seksual. Apalagi korban tidak hanya seorang saja.

Komnas Perlindungan Anak Mendorong Ortu Korban Cabul Di Kota Malang Lapor Polisi
Tribunnews.com
Ketua Komnas Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait

SURYAMALANG COM, KLOJEN - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait, mendorong agar walimurid yang anaknya menjadi korban bisa melapor ke polisi. Hal itu sebagai bentuk dukungan orangtua kepada anaknya.

"Tidak perlu itu dianggap aib. Harus dilaporkan. Kalau misalnya anaknya tau sudah melaporkan ke bapak atau ibunya tapi tidak bertindak apa-apa itu akan membuat anak semakin tidak percaya pada orangtuanya," kata Aris Merdeka Sirait.

Menurut Airs, orangtua harusnya menjadi benteng dan pahlawan anak-anaknya. Komnas Perlindungan Anak juga akan turut serta mengawal kasus ini.

Diterangkan Aris, apapun alasannya tidak ada kompromi terhadap kejahatan seksual. Apalagi korban tidak hanya seorang saja. Oleh sebab itu, harus melapor ke polisi agar pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

"Jadi tidak ada alasan untuk hanya menghukum memindahkan dari ngajar ke tidak mengajar. Tetap harus ada tindak pidananya," ucap Aris.

Komnas Perlindungan Anak juga mendorong kepolisian dan Pemkot Malang mengusut tuntas kasus ini. Sanksi administratif bisa dilakukan oleh Pemkot karena IM adalah ASN. "Kalau pidanya nanti di kepolisian. Ini kejahatan luar biasa," terangnya.

Terkait adanya imbauan dari pihak sekolah agar laporan ke polisi dipertimbangkan terlebih dahulu, dengan alasan menjaga nama baik sekolah, Aris menegaskan, kalau imbauan itu bisa masuk kategori pidana.

"Itu bisa dipidana. Pihak sekolah tidak boleh menutup-nutupi. Kalau menutup-nutupi dan bahkan hanya menawarkan penyelesaian administratif itu adalah merupakan tindak pidana juga yang dilakukan pihak sekolah. Pasalnya membiarkan dan ikut serta mendukung terjadinya kekerasan seksual," jelasnya.

Bagi pihak yang melakukan tindakan itu, bisa dikenai UU Perlindungan Anak No 35 Tahun 2014.

Pihak sekolah sempat menghimbau agar para wali murid tidak memperpanjang kasus dengan melapor ke polisi. Alasannya, sudah melaporkan peristiwa itu ke Dinas Pendidikan.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved