Malang Raya

Komnas Perlindungan Anak Mendorong Ortu Korban Cabul Di Kota Malang Lapor Polisi

Apapun alasannya tidak ada kompromi terhadap kejahatan seksual. Apalagi korban tidak hanya seorang saja.

Komnas Perlindungan Anak Mendorong Ortu Korban Cabul Di Kota Malang Lapor Polisi
Tribunnews.com
Ketua Komnas Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait

Alasan lain untuk menjaga kondisi psikologis anak. Pihak sekolah juga mengingatkan orangtua kalau kasus ini sampai di media dan kepolisian, maka anaknya akan diseret-seret oleh media dan polisi.

"Soal psikologis, itu bukan urusannya dia. Itu penegakan hukum kalau ada kejahatan seksual," tegasnya kepada Suryamalang.com.

Komnas Perlindungan Anak akan koordinasi dengan perwakilannya di Kota Batu dan Malang. Komnas Perlindungan Anak juga berencana bertemu dengan para wali murid yang anaknya menjadi korban

"Perwakilan di Malang dan Batu akan saya kabari. Untuk sesegera mungkin melakukan investigasi dan pendekatan terhadap keluarga. Minggu ini kita akan coba bertemu dan mengumpulkan orangtua wali murid," ungkapnya.

Walikota Malang Sutiaji mengatakan, pihaknya akan memasang CCTV di sekolah. Wacana itu ia sampaikan setelah mengunjungi SDN Kauman 3 Kota Malang karena kasus pedofilia yang terjadi di sana.

"Ya nanti ke depan akan ada CCTV di tempat sehingga membuat orang-orang yang ingin berbuat tidak sesuai norma bisa terkontrol dari CCTV. Kita harapkan modelnya kan gitu," ujar Sutiaji.

Peristiwa yang terjadi di SDN Kauman 3 membuat Sutiaji menaruh perhatian serius. Selepas menemui kepala sekolah dan komite SDN Kauman 3, Sutiaji memberikan keterangan kepada para awak media. Dalam keterangannya, Sutiaji mengatakan pelaku berinisal IM sudah dalam pembinaan Pemkot Malang. 

Penulis: Benni Indo
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved