Malang Raya

Pengakuan Wali Murid Bertambah, Dorong Ortu Korban Pencabulan Di Kota Malang Laporan Ke Polisi

Peristiwa itu terjadi pada akhir 2018 lalu. LY mendengar sendiri cerita itu dari putrinya. LY bertanya ke putrinya atas perintah dari komite sekolah.

Pengakuan Wali Murid Bertambah, Dorong Ortu Korban Pencabulan Di Kota Malang Laporan Ke Polisi
suryamalang.com/Benni Indo
Wali Kota Malang, Sutiaji dan Kepala Sekolah SDN Kauman 3, Irina Rosemaria saat berada di SDN Kauman 3 Kota Malang, Senin (11/2/2019). Sutiaji janji selesaikan kasus pencabulan siswi dan menindak tegas oknum guru cabul 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Satu per satu, orangtua wali murid yang menjadi korban pencabulan mulai buka suara. LY, seorang wali murid yang anaknya menjadi korban mengatakan, IM telah menyentuh dan meraba payudara putrinya.

Peristiwa itu terjadi pada akhir 2018 lalu. LY mendengar sendiri cerita itu dari putrinya. LY bertanya ke putrinya atas perintah dari komite sekolah.

"Saya dapat pesan dari komite untuk menanyakan anak saya. Pelan-pelan saja bertanyanya," kata LY menceritakan kembali, Selasa (12/2/2019).

Kemudian si anak mengaku kalau IM pernah menyentuh bagian perut hingga payudaranya. Kelakuan itu dilakukan IM saat mengajar olah raga di halaman sekolah.

"Anak saya saat itu sedang belajar voli. Kemudian dari belakang IM langsung saja memegang," ungkapnya.

Sebelumnya, berdasarkan keterangan LY, pihak sekolah pernah menanyakan langsung ke para murid yang pernah disentuh IM. Putri LY pun mengaku saat ditanya guru di sekolah. Setelah itu, pada 29 Januari 2019 ada pertemuan di SDN Kauman 3. Peserta yang datang lebih dari 20.

LY mengatakan, kalau peserta undangan adalah wali murid yang anaknya menjadi korban. Dalam pertemuan itu, sejumlah orang tua menangis ketika menceritakan kembali cerita anaknya yang menjadi korban pelecehan.

"Di UKS yang lebih parah. Disuruh memegang kemaluannya," ungkap LY.

Sepulang dari pertemuan itu, LY semakin waspada terhadap anaknya. LY merasa tidak nyaman ketika anaknya bermain keluar rumah. "Soalnya kan rumahnya dekat dari sini. Takutnya pas IM keliaran," ujarnya.

LY juga mengantar dan menjemput putrinya di sekolah. Sebelumnya hanya sebatas mengantar saja. Pasalnya ada yang trauma yang hinggap di LY.

"Saya ingin pelaku dihukum seberat-beratnya. Tidak cukup hanya dikantorkan. Harus ada efek jera," harapnya.

Terkait laporan ke polisi, LY juga akan melapor apabila semua orangtua wali murid yang menjadi korban melapor. Ia pun berharap, para orangtua wali murid bisa ramai-ramai melapor. "Saya ngikut saja. Kalau mau lapor ya lapor," paparnya.

Harapan serupa juga disampaikan NM, wali murid lainnya. Ia berharap orangtua wali murid yang anaknya menjadi korban bisa melapor ke polisi. "Demi anak-anak kita," katanya.

Dengan melapor ke polisi, menurut NM, itu sebagai bentuk dukungan orangtua kepada anaknya. Kata NM, jangan sampai anak merasa tidak diperhatikan karena orangtua terkesan tidak membela si anak. NM sendiri sudah melapor ke polisi. Hingga saat ini, polisi baru menerima dua laporan. Padahal, ada 20 anak, bahkan lebih, yang menjadi korban pelecehan di SDN Kauman 3 Kota Malang

Penulis: Benni Indo
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved