Malang Raya

Tak Kunjung Diperbaiki Pemkot, Warga Arjowinangun Kota Malang Swadaya Tambal Jalan Rusak

Dengan menggunakan alat seadanya, warga satu persatu menambal jalan yang rusak itu dengan menggunakan cor semen.

Tak Kunjung Diperbaiki Pemkot, Warga Arjowinangun Kota Malang Swadaya Tambal Jalan Rusak
suryamalang.com/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Warga Arjowinangun,sedang menambal jalan rusak di sepanjang Jalan Mayjend Sungkono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (12/2/2019). 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - Warga Arjowinangun secara swadaya menembel jalan yang rusak di sepanjang Jalan Mayjend Sungkono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (12/2/2019).

Dengan menggunakan alat seadanya, mereka satu per satu menambal jalan yang rusak itu dengan menggunakan cor semen.

Salah satu warga, Zaini mengatakan, kegiatan menambel jalan itu rutin dilakukan oleh warga Arjowinangun. Hal itu dilakukan untuk menghindari korban yang terpesok ke dalam lubang jalan yang rusak.

"Banyak korban yang jatuh akibat lubang ini. Sebulan kami dua kali memperbaiki jalan ini, karena dari pemerintah tak kunjung dibenahi, jadi warga sendiri inisiatif untuk menambal sendiri," ucapnya kepada suryamalang.com.

Dari pantuan di lokasi, terdapat puluhan lubang di Jalan Mayjend Sungkono yang mau ke arah Bululawang itu. Kedalamannya pun bervariasi, paling dalam sekitar mata kaki orang dewasa.

"Kemarin (18/2/2019) malam, ada seorang perempuan jatuh terpelosok lubang, maka dari itu pagi ini kami menambal lubang-lubang ini agar tidak ada korban lagi," ujar Zaini.

Setiap turun hujan, Zaini mengatakan, jalan di sini selalu digenangi oleh air. Hal itu dikarenakan posisi saluran air lebih tinggi dari aspal jalanan.

"Kami sudah sering protes ke Kelurahan setempat agar jalan di sini segera diperbaiki. Namun tetap saja tidak segera diperbaiki hingga kini," ujarnya.

Zaini pun membenarkan, bulan November tahun 2018 lalu  Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) sempat mengecek lokasi jalan yang rusak tersebut. Namun mereka hanya menembelnya saja, dan membersihkan sampah yang terdapat di saluran air.

"Solusinya memang harus ada pembongkaran total jalan dan saluran air di sini. Kalau seperti ini terus, air akan terus menggenangi dan jalan tetap saja rusak. Tapi kami sebagai warga hanya tidak ingin ada korban lagi yang jatuh akibat jalan rusak ini. Ya mungkin seperti inilah cara kami," imbuhnya.

Sementara salah seorang tukang tambal ban dikawasan jalan tersebut mengaku, dengan adanya jalan rusak ini penghasilannya sedikit bertambah. Hal itu dikarenakan banyaknya pengendara kendaraan roda dua yang mengalami ban bocor setelah terperosok ke jalan berlubang.

"Jalan yang rusak di sini kan panjang, saya sering memperbaiki ban sepeda motor yang bocor. Terutama dari arah Bululawang yang banyak," tuturnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved