Kabar Tulungagung

Usai Pesta Miras Di Trenggalek, Umumnya Tiga Hari Kemudian Korban Baru Berjatuhan

Diduga, minuman keras (miras) yang dikonsumsi korban mengandung metanol, jenis alkohol yang tidak boleh dikonsumsi.

Usai Pesta Miras Di Trenggalek, Umumnya Tiga Hari Kemudian Korban Baru Berjatuhan
suryamalang.com/David Yohanes
Pasien pesta miras di Watulimo Trenggalek, yang dirawat di RSUD dr Iskak Tulungagung. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Empat korban pesta miras dari Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek dirawat di RSUD dr Iskak Tulungagung. Dari pemeriksaan medis, mereka dipastikan mengalami intoksikasi (keracunan) metanol.

Dengan demikian diduga, minuman keras (miras) yang dikonsumsi korban mengandung metanol, jenis alkohol yang tidak boleh dikonsumsi. Metanol ini di pasaran masuk dalam golongan spirtus. Sementara jenis alkohol yang bisa dikonsumsi adalah etanol.

"Kalau misalnya mirasnya benar, hanya mengandung etanol tidak akan menimbulkan bahaya. Paling hanya mabuk seketika kemudian sembuh," terang Kasi Informasi dan Pemasaran RSUD dr Iskak, M Rifai, Selasa (11/2/2019).

Sebelumnya korban mengaku, minuman yang dikonsumsi jenis Kuntul dicampur bir dan Green Sands. Dalam kasus ini kedua campuran itu tidak ada masalah. Sehingga diduga minuman merek Kuntul itu yang mengandung metanol.

Rifai mengingatkan, dampak metanol tidak langsung dirasakan seketika. Gejala keracunan metanol ini baru akan muncul 12 jam hingga 72 jam kemudian. Karena itu bagi mereka yang merasa minum miras tidak jelas, hendaknya waspada selama tiga hari.

"Kalau misalnya melihat teman minumnya drop, lekas ke rumah sakit meski kondisinya masih sehat. Kecepatan penanganan adalah kunci menyelamatkan pasien intoksikasi metanol," tegas Rifai.

Para korban yang masuk ke RSUD dr Iskak berhasil melewati masa kritis, meski mengalami gangguan penglihatan. Pasien bernama Damis bahkan mengalami kebutaan.

Rifai menambahkan, saat ini para korban dalam pengawasan dokter mata. "Mudah-mudahan masih bisa ditolong agar tidak terjadi kebutaan permanen," pungkas Rifai.

Sebelumnya warga Desa Margomulyo, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek menggelar pesta miras pada Jumat (8/2/2019) malam. Mereka begadang dalam rangka berjaga menjelang pemilihan kepala desa (Pilkades).

Warga mulai mengalami gejala keracunan metanol pada hari Minggu (10/2/2019). Sejauh ini polisi telah mengidentifikasi tiga korban meninggal dunia. Namun versi warga ada empat orang yang meninggal dunia.

Sementara menurut polisi, ada empat orang korban menjalani perawatan. Namun ada tiga korban lain di RSUD dr Iskak yang belum masuk data. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved