Malang Raya

Baru Keluar Penjara, Residivis Otaki Pencurian Motor Di Kota Malang Ditangkap Polisi

Saat ditanya mereka kebingungan dan warga mendapati bahwa sepeda motor yang dibawa oleh pelaku merupakan milik salah satu warga.

Baru Keluar Penjara, Residivis Otaki Pencurian Motor Di Kota Malang Ditangkap Polisi
suryamalang.com/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Kapolsek Sukun, Kompol Anang Tri Hananta saat menunjukkan Kunci T bersama dengan ketiga pelaku curanmor di Kota Malang, Rabu (13/2/2019). 

SURYAMALANG.COM, SUKUN - Anggota Polsek Sukun telah menangkap tiga  spesialis pencurian sepeda motor. Para pelaku tersebut bernama Ahmad Shaiku (21), Dwi Okky (19), dan Aji Wijoyo (19) kesemuanya warga Kota Malang.

Ketiganya telah melakukan aksi pencurian sepeda motor Yamaha Mio warna putih di Jalan Peltu Sujono, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang pada Selasa (12/2/2019).

Kapolsek Sukun, Kompol Anang Tri Hananta menjelaskan, penangkapan pelaku hasil dari laporan warga, bahwa di kampungnya telah ada maling sepeda motor yang telah ditangkap. Dalam aksinya, ketiga pelaku itu mondar-mondar di sekitaran Jalan Peltu Sujono.

Hal itu membuat warga curiga dan akhirnya memanggil mereka untuk menanyakan tujuannya mau ke mana. Karena tak digubris, warga kemudian menghentikan mereka secara paksa.

Saat ditanya mereka kebingungan dan warga ada yang mendapati bahwa sepeda motor yang dibawa oleh pelaku merupakan milik tetangganya.

Melihat hal itu, warga kemudian menangkap pelaku dan pelaku yang bernama Ahmad Shaiku sempat mendapatkan bogem mentah dari warga.

"Jadi mereka ini ditangkap lebih dulu oleh warga sebelum warga ada yang laporan ke kami. Bahkan korban yang diambil motornya itu tidak mengetahui kalau motornya telah hilang," ucap Kompol Anang.

Dari hasil penyidikan petugas, Ahmad Shaiku merupakan residivis yang baru keluar dari penjara pada tahun 2018 lalu.

Ia mengaku telah melakukan empat kali aksi curanmor, sedangkan Dwi dan Aji baru sekali melakukan aksi curanmor.

"Dwi ini telah dua kali melakukan perampasan. Ahmad dan Dwi ini merupakan tetangga yang domisilinya di Jalan Mayjend Sungkono, sedangkan Aji tinggal di Bumiayu sebagai otak pencurian ," ujarnya.

Usai melakukan curanmor, Ahmad mengaku menjualnya kepada penadah melalui pesan Whatsapp. Harga yang ia jual bervariasi, mulai Rp 700 Ribu hingga Rp 2 Juta.

"Ahmad ini merupakan spesialis curanmor dan telah mempunyai agen atau penadah yang tinggal di Kota Malang. Selain dijual di Malang, dia mengaku pernah menjualnya di Surabaya. Kini kami akan melakukan pengembangan untuk kasus ini," ujarnya.

Atas kejadian itu, ketiga pelaku akan dikenai Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved