Kabar Blitar

Kantor Imigrasi Blitar Jemput Bola Pembuatan Paspor Untuk Calon Jamaah Haji Lansia

Kanim Kelas II Blitar membuat inovasi untuk mempersingkat waktu proses pembuatan paspor CJH. Yaitu dengan program sambang haji.

Kantor Imigrasi Blitar Jemput Bola Pembuatan Paspor Untuk Calon Jamaah Haji Lansia
suryamalang.com/Samsul Hadi
Petugas Kanim Kelas II Blitar memberi pengarahan ke para CJH yang akan melakukan foto untuk pembuatan paspor. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II Blitar mulai memproses pembuatan paspor untuk calon jamaah haji (CJH) di wilayahnya. Kanim Kelas II Blitar memperkirakan ada 2.470 paspor untuk CJH yang akan dicetak pada 2019 ini.

"Proses pembuatan paspor untuk CJH sudah dimulai sejak Senin lalu dan kami targetkan selesai pertengahan Maret 2019," kata Kepala Kanim Kelas II Blitar, M Akram, Rabu (13/2/2019).

Akram mengatakan, ada sekitar 2.470 paspor untuk CJH yang dicetak tahun ini. Para CJH itu dari tiga wilayah, yaitu, Kota Blitar, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Tulungagung. Rinciannya, Kota Blitar ada 170 CJH, Kabupaten Blitar ada 800 CJH dan Kabupaten Tulungagung ada 1.500 CJH.

Kanim Kelas II Blitar membuat inovasi untuk mempersingkat waktu proses pembuatan paspor CJH. Yaitu dengan program sambang haji. Lewat program ini, petugas Kanim lebih proaktif dalam proses pembuatan paspor CJH.

Sebelum para CJH melakukan foto untuk paspor, petugas Kanim mendatangi kantor Kementerian Agama (Kemenag) terlebih dulu. Petugas memeriksa kelengkapan data administrasi para CJH di kantor Kemenag.

Setelah lengkap, petugas membawa data administrasi para CJH ke Kanim. Petugas langsung menscan dan memasukkan data administrasi para CJH ke sistem pembuatan paspor di Kanim. "Saat proses foto, para CJH tidak perlu antre lagi. Karena datanya sudah kami masukkan ke sistem terlebih dulu," ujar Akram.

Pelayanan pembuatan paspor untuk CJH juga dibedakan dengan pemohon paspor umum. Petugas melayani pembuatan paspor untuk CJH setelah jam kerja atau mulai pukul 15.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Rata-rata, petugas melayani pembuatan paspor CJH sebanyak 150 orang per hari.

"Pelayanannya sengaja kami bedakan dengan pemohon paspor umum agar para CJH lebih nyaman," kata Akram.

Kanim juga melakukan jemput bola pembuatan paspor untuk CJH lanjut usia (lansia), CJH yang sedang sakit dan CJH berkebutuhan khusus. Untuk CJH lansia, Kanim meminta Kemenag untuk mendata terlebih dulu. Lalu, Kemenag menentukan lokasi untuk pembuatan paspor untuk CJH lansia di masing-masing wilayahnya.

Sedangkan CJH yang sakit dan CJH berkebutuhan khusus, petugas Kanim akan mendatangi rumahnya. Pelayanan pembuatan paspor untuk CJH yang sedang sakit dan CJH berkebutuhan khusus dilakukan di rumah.

"Dengan inovasi ini kami berharap dapat mempersingkat waktu proses pembuatan paspor untuk CJH di wilayah kami," tutur Akram. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved