Malang Raya

Jambret Handphone Di Kota Malang, Residivis Tertangkap Dan Masuk Penjara Keempat kali

Pelaku sendiri merupakan residivis jambret dari tahun 2016 dan sudah keluar masuk penjara selama tiga kali.

Jambret Handphone Di Kota Malang, Residivis Tertangkap Dan Masuk Penjara Keempat kali
surya/tribunnews.com
Ilustrasi jambret HP. 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - Seorang jambet yang bernama Sunari (27) warga Jalan Muharto Gang V RT 08 RW 08 Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang dihajar massa. Ini setelah Sunari diketahui merampas Handphone (HP) pada Rabu (14/2/2019).

Kejadian tersebut terjadi di perempatan lampu merah Ranu Grati, Sawojajar, Kota Malang pada pukul 19:00 WIB.

Salah satu warga, Fahmi mengatakan, saat itu ada seorang pengendara sepeda motor yang berteriak jambret kepada pengendara lain yang menggunakan sepeda motor merk Suzuki Satria. Mendengar teriakan itu, pelaku kemudian dikejar oleh warga dan tertangkap di depan sebuah Ruko dekat SPBU Sawojajar.

Pelaku tertangkap tangan telah mencuri Handphone merk OPPO berwarna ungu.

"Kemarin Rabu (13/2) itu, ada orang yang teriak jambret-jambret. Warga langsung mengejar. Setelah tertangkap ada warga yang memukul orang itu (pelaku)," ujarnya, Kamis (14/2/2019).

Mendapati kejadian itu, anggota Polsek Kedungkandang yang berada tidak jauh dari lokasi langsung mengamankan pelaku dari amukan massa.

Kapolsek Kedungkandang, Kompol Suko Wahyudi menjelaskan, pelaku telah mengambil HP milik Octavera Nanda warga Jalan Lesanpuro I E No.16 B RT 05 RW 03 Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

"Jadi korban yang naik sepeda motor itu HPnya di taruh di dushboart. Mendapati ada kesempatan, sama pelaku langsung diambil dan kabur sebelum ketangkap oleh warga," ucap Kompol Suko. 

Dikatakan Kompol Suko, pelaku sendiri merupakan residivis jambret dari tahun 2016 dan sudah keluar masuk penjara selama tiga kali.

"Atas kejadian ini pelaku akan masuk lagi ke dalam penjara untuk keempat kalinya. Pelaku akan dijerat Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara," tandasnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved