Kabar Lamongan

Saddil Ramdani Terancam Dijemput Paksa Polres Lamongan, Korban Penganiayaan Pertanyakan Kasusnya

Tentang upaya damai yang pernah dicapai dan disepakati, ibu korban memastikan tidak ada damai karena tidak ada iktikad baik dari Saddil.

Saddil Ramdani Terancam Dijemput Paksa Polres Lamongan, Korban Penganiayaan Pertanyakan Kasusnya
suryamalang.com/Hanif Manshuri
Anugrah Sekar Rukmi bersama ibunya Mawar Susmari didampingi tim pengacara dari YLBHI LBH Surabaya saat bertandang ke Polres Lamongan, Kamis (14/02/2019) 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Masih ingat kasus Saddil Ramdani (19) mantan pemain Persela asal Kelurahan Kadia Kecamatan Kadia Kota Kendari yang menganiaya teman wanitanya, Anugrah Sekar Rukmi (19). Upaya perdamaian yang pernah dilakukan di salah satu Resto di jalan Sunan Drajad ternyata tak berlaku lagi.

Itu diketahui saat Sekar bersama ibu kandungnya Mawar Susmari didampingi tim pengacara dari YLBHI LBH Surabaya bertandang ke Polres Lamongan menanyakan perkembangan kasus yang menyeret tersangka Saddil, Kamis (14/02/2019).

"Kita menanyakan perkembangannya, katanya sudah P21. Apa sudah dilimpahkan atau belum," kata Jauhar Kurniawan, dari YLBHI LBH Surabaya di Polres Lamongan, Kamis (14/02/2019).

Pihaknya mendapati informasi terakhir dari Polres, surat tertanggal 16 Januari berkasnya dinyatakan lengkap atau P21. Makanya ia datang ke Polres Lamongan untuk menanyakan itu. Karena hampir sebulan kurang dari informasi P21 itu belum ada informasi lanjutan.

"Tadi sudah diberi keterangan dari pak Supriyanto, Kabag OPS, bahwa tersangka sudah dipanggil dua kali tapi belum hadir, " kata Jauhar Kurniawan.

Maka dari itu, Jauhar menambahkan, pihak Polres Lamongan meminta waktu, untuk mendapatkan perkembangan informasi.

Menurut penyidik, kedepannya akan ada pemanggilan lagi terhadap Saddil. "Semoga hadir tersangkanya," harap Jauhar yang didampingi dua anggota timnya, Yaritza dan Syaifullah.

Dan dipastikan penyidik, kalau memang tidak hadir lagi, maka akan ada upaya penjemputan kepada yang bersangkutan langsung.

"Sekaligus pencekalan jika memang ada indikasi yang bersangkutan ini ada di luar Indonesia," katanya.

Cuma memang, ungkap Jauhar, pelimpahan barang bukti dan tersangka masih belum bisa dilakukan, karena memang tersangkanya ketika dipanggil belum bisa datang.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved