Malang Raya

Ketua Umum PAI: Pelaku Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap Anak Di Kota Malang Sebagai Predator

Banyaknya korban yang melapor bisa dipastikan akan menjadikan tuntutan yang ditujukan kepada pelaku akan lebih berat.

Ketua Umum PAI: Pelaku Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap Anak Di Kota Malang Sebagai Predator
TribunJatim.com/Aminatus Sofya
Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia, Arist Merdeka Sirait, usai mendatangi SDN Kauman 3, Kota Malang. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia Arist Merdeka Sirait menyebut, pelaku dugaan kekerasan seksual terhadap 20 siswa lebih di SDN Kauman 3 sebagai predator anak.

"Masuk predator anak karena dilakukan berulang-ulang," kata Arist di Malang, Senin (18/2/2019).

Ia menambahkan, ada informasi yang menyatakan IM telah melakukan tindakan cabul dibeberapa sekolah selain SDN Kauman 3. Jika benar, menurut Arist, hukuman berat harus dijatuhkan untuk memberikan efek jera dan keadilan bagi korban.

"Tadi saya kroscek kepada pihak sekolah belum tau katanya, karena bekerja di SDN Kauman 3 masih baru. Tapi kalau itu benar berarti harus dihukum berat," katanya.

Arist mendorong para korban yang saat ini statusnya sebagai saksi agar melapor kepada polisi. Banyaknya korban yang melapor, kata dia, akan menjadikan tuntutan yang ditujukan kepada IM lebih berat.

"Kalau Polres hanya menuntut 5 tahun, maka jaksa akan membuat tuntutannya ringan juga. Tapi kalau tuntutan dari Polres sudah 10 tahun bahkan seumur hidup," ucapnya.

Arist menegaskan, pihak-pihak yang berusaha menutupi dugaan kasus kekerasan seksual yang dilakukan IM bisa dijerat pidana. Berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2014, setiap orang yang mengetahui adanya kekerasan seksual namun menutupi dapat dijerat pidana maksimal 5 tahun dan denda Rp 100 juta.

"Pesan moral yang saya sampaikan kepada sekolah itu tadi," pungkasnya.

Editor: Achmad Amru Muiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved