Kabar Madiun

Kisah Anak Jalanan di Madiun, Ada yang Berpenghasilan Rp 350.000/Hari

Satpol PP Kota Madiun menangkap enam anak jalanan yang dianggap menganggu ketertiban umum.

Kisah Anak Jalanan di Madiun, Ada yang Berpenghasilan Rp 350.000/Hari
rahardian bagus priambodo - suryamalang.com
PENGAMEN CANTIK - Satpol PP Kota Madiun mengamankan enam anak jalanan: MM (15) warga Sidorejo, Kecamatan Sawahan, AD (13) dan VD (16) warga Duyung, Takeran, Magetan, Hendra Boydwi (19) Kecamatan Jenagan, Ponorogo, AA (15) warga Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, dan Oka Novita Sari (19), warga Ponorogo. 

SURYAMALANG.COM, MADIUN - Satpol PP Kota Madiun menangkap enam anak jalanan yang dianggap menganggu ketertiban umum.

Enam anak jalanan itu adalah MM (15) warga Sidorejo, Kecamatan Sawahan, AD (13) dan VD (16) warga
Takeran, Magetan, Hendra Boydwi (19) warga Kecamatan Jenagan, Ponorogo, AA (15) warga Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, dan Oka Novita Sari (19) warga Ponorogo.

MM mengaku kabur dari rumah karena kerap mendapat perlakuan kasar dari kakeknya.

Setelah ayah dan ibunya cerai, MM tinggal bersama kakeknya.

“Saya tidak betah di rumah karena dihajar terus,” kata MM kepada SURYAMALANG.COM, Senin (17/2/2019).

Dia putus sekolah saat kelas dua MTS pada Desember 2018.

Selama ini dia merasa lebih nyaman hidup bersama teman-temannya di jalanan.

Sementara itu, Oka Novita Sari mengaku terpaksa hidup di jalan dan bekerja sebagai pengamen karena sudah tidak diurus orang tuanya.

Orang tuanya telah cerai dan menikah lagi.

“Orang tua saya cerai, dan ibu saya sudah menikah lagi. Saya bisa dikatakan kurang kasih sayang,” kata Oka.

Halaman
123
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved