Kabar Magetan

Sejumlah Keganjilan Proyek Sumur Air Tanah Dalam Senilai Rp 2 Miliar di Magetan

Anggaran proyek sumur air tanah dalam mencapai Rp 478.800.000 di Jalan Krowe, Desa Tapen Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Padahal...

Sejumlah Keganjilan Proyek Sumur Air Tanah Dalam Senilai Rp 2 Miliar di Magetan
doni prasetyo - suryamalang.com
Proyek sumur dalam untuk mengairi sawah petani seluas 20 hektar di Krowe, Desa Tapen, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan yang diduga sarat penggelembungan biaya pelaksanaan hingga tiga kali lipat dibanding sumur dalam yang dibuat petani dengan spesifikasi sama. 

SURYAMALANG.COM, MAGETAN - Anggaran proyek sumur air tanah dalam mencapai Rp 478.800.000 di Jalan Krowe, Desa Tapen Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Padahal, petani setempat dengan biaya patungan dan spesifikasi sama, bisa membangun kurang dari Rp 150 juta.

"Kami sebelum menemui pelaksana proyek Kepala Bidang Sumber Daya Alam (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Kabupaten Magetan, sudah menemui petani setempat, baik penerima manfaat dan petani lain yang membangun sumur air dalam biaya sendiri. Jadi data dan keterangan, merupakan dua alat bukti permulaan, sudah kami dapatkan," kata Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Patriot, Noorman Susanto, kepada SuryaMalang.com, Selasa (19/2-2019).

Petani Krowe, lanjut Noorman, membuat sumur air dalam dengan material dan pompa visible yang sama, hanya menghabiskan biaya tidak lebih dari Rp 100 juta. Kemungkinan hanya terpaut rumah pompa berukuran tiga meter kali tiga meter.

"Makanya kalau ditambah rumah pompa dan genset, biayanya tidak lebih dari Rp 150 juta. Sedang Pemkab Magetan lewat Bidang SDA DPU PR membuat sumur yang sama, termasuk material yang dipakai, hanya plus-nya ada rumah pompa, menghabiskan biaya Rp 478. 800. 000,"ujar adik Prof Dr Hermawan Sukistyo atau biasa disebut Mas Kiki ini.

Selain biaya jauh lebih mahal, tambahnya, petani yang mengajukan permohonan sumur air dalam untuk mengairi tanah persawahan, mereka juga ditarik biaya per hektar sebesar Rp 1,4 juta.

Biaya sebesar itu kali 20 hektar tanah persawahan yang rencanakan bisa terjangkau sumur air dalam yang dibangun Bidang SDA DPU PR Kabupaten Magetan.

"Uang kurang lebih sebesar Rp 28 juta hasil patungan itu konon untuk biaya survey dan membuat rumah pompa. Setahu kami, biaya biaya itu include (termasuk) di anggaran pelaksanaan proyek itu. Masak petani masih dimintai. Sudah biaya pelaksanaan mahal tiga kali lipat, petani masih dimintai biaya,"kata Noorman.

Dikatakan Noorman, proyek total senilai Rp 2. 248. 000. 000 untuk tiga titik lokasi, di antaranya sumur air tanah di Jln Tlatak, Desa Bungkuk, Jln Bulungan, Desa Mangunrejo, dan Jln Krowe, Desa Tapen, ketiga di wilayah Kecanatan Parang, Kabupaten Magetan, itu dilakukan secara penunjukan langsung (PL).

"Informasi kami A1, dan Insya llah bisa kami pertanggungjawabkan. Karena kami juga tidak begitu saja membuat laporan, yang akan kami bawa ke Kejaksaan Tinggi di Surabaya," katanya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Kabupaten Magetan Hergunadi yang dikonfirnasi lewat Kabid SDA setempat Yuli, belum membalas pesan singkat yang dikirim SuryaMalang.com, Selasa (19/2/2019).

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved