Malang Raya

Antisipasi DBD, Dinkes Kota Malang Keluarkan Imbauan Pada Masyarakat Untuk Giat Lakukan 3M

Dinkes terus berupaya memberikan imbauan kepada masyarakat agar menjaga lingkungannya tetap bersih. Salah satu caranya dengan 3M.

Antisipasi DBD, Dinkes Kota Malang Keluarkan Imbauan Pada Masyarakat Untuk Giat Lakukan 3M
suryamalang.com/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Dr Asih Tri Rachmi. 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - Cegah meluasnya kasus Demam Berdarah (DBD), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang intensif memberikan imbauan pada masyarakat untuk melakukan 3M. Yakni menguras bak air, menutup bak air, dan mengubur barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai.

Kepala Dinkes Kota Malang, Asih Tri Rachmi menjelaskan, dari data yang didapat oleh Dinkes, di tahun 2019 ini telah ada 60 kasus DBD di Kota Malang

"Untuk di Jawa Timur, jumlah itu tidaklah tinggi. Namun kami tidak boleh begitu. Kami akan terus berupaya memberikan imbauan kepada masyarakat agar mereka menjaga lingkungannya tetap bersih. Salah satu caranya ya dengan 3M," ucapnya, Kamis (21/2/2019).

Asih menambahkan, salah satu cara lain untuk mencegah kasus DBD ialah dengan melakukan Fogging. Namun, hal itu tidak disarankan oleh Dinkes karena Fogging dapat menganggu kesehatan manusia.

"Fogging ini pilihan terakhir. Pada prinsipnya Fogging ialah untuk membunuh nyamuk dengan cairan kimia.
Ini akan berdampak pula pada lingkungan dan dapat menganggu kesehatan," ucapnya.

Dikatakan Asih, cairan kimia yang terdapat pada Fogging dapat memberikan perubahan genetik pada nyamuk. Oleh karena itu, Fogging tidak begitu disarankan karena sifatnya bisa membuat nyamuk lebih cepat untuk berkembang biak.

"Setelah melakukan Fogging, kandungan kimia berupa Malation itu akan menetap dan mengendap di lingkungan. Hal itu bisa membuat nyamuk dengan cepat berkembang biak, dan itu bisa sangat merugikan," ujarnya.

Untuk itu, Asih memberikan imbauan kepada masyarakat agar selalu menjaga lingkungan dengan cara yang sederhana, seperti memberantas sarang-sarang nyamuk.

"Warga harus sering melakukan kerja bakti di lingkungannya. Sekarang ini kan musim hujan, dan banyak air-air yang menggenang. Untuk itu buanglah air yang menggenang agar tidak dijadikan proses perkembangbiakan nyamuk. Itu cara yang simpel sebenarnya," ujarnya.

Selain mengimbau masyarakat untuk melakukan bersih-bersih, Asih juga menyarankan masyarakat untuk memberi kassa pada jendela rumah. Hal itu bertujuan untuk mencegah nyamuk ataupun hewan lain masuk ke dalam rumah.

"Intinya imbauan ini kami berikan agar masyarakat semakin sadar dengan kondisi lingkungan disekitarnya. Kesadaran itu harus dimulai dari diri sendiri agar tercipta suasana lingkungan yang nyaman dan sehat," tuturnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved